Cara Mendag Pangkas Panjangnya Mata Rantai Perdagangan

Feby Novalius, Jurnalis · Jum'at 02 Februari 2018 19:17 WIB
https: img.okezone.com content 2018 02 02 320 1853960 cara-mendag-pangkas-panjangnya-mata-rantai-perdagangan-nJIC21K71x.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) berencana menggunakan Sistem Informasi Perdagangan antar Pulau dan antar Provinsi (Sipap) untuk mengelola kebutuhan bahan pokok di seluruh Indonesia. SIPAP sendiri merupakan sistem yang sudah diterapkan di Provinsi Jawa Timur.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Gubernur Jawa Timur untuk bisa memakai Sipap secara nasional.

"Pak Gubernur sudah memberikan arahan kepada Kepala Dinas Provinsi Jatim bersama Tim IT nya bersama Kemendag melengkapi untuk lebih disempurnakan lagi sistemnya. Karena itu tadinya sistem hanya di Jatim harus Nasional," tuturnya di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (2/2/2018).

Menurut Enggar, Sipap mampu mengetahui hal-hal yang dibutuhkan mengenai berapa banyak komoditi terutama bahan pokok dari daerah masing-masing daerah dan siapa yang membutuhkan dan kapan kebutuhannya.

Dengan Sipap mampu memangkas panjangnya mata rantai. Biasanya, dari D1 tidak melalui D2 (distributor) dan D3 (agen) tetapi bisa memotong ke D4 (pengecer) dan langsung ke D5 (konsumen). Minimal satu mata rantai akan bisa teratasi.

"Rata-rata adalah Anak Mantu, Ponakan dan Istri (AMPI). Jadi dia punya pabrik, produksinya, distributor dia, anaknya jadi ini, itu mereka terbiasa seperti itu, jadi jangan seperti ini," tuturnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini