nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bank Dunia: Mata Uang Digital Mirip Skema Ponzi

Inews, Jurnalis · Kamis 08 Februari 2018 15:12 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 02 08 320 1856612 bank-dunia-mata-uang-digital-mirip-skema-ponzi-twuRljBmZw.jpg Ilustrasi: (Foto: Shutterstock)

WASHINGTON Bank Dunia mempertanyakan legitimasi mata uang kripto (cryptocurrency) yang dinilai mirip skema Ponzi, sebuah modus investasi bodong yang memberikan keuntungan kepada investor dari uang yang dibayar oleh investor berikutnya.

“Dalam hal bitcoin atau beberapa mata uang kripto lainnya, kami juga mengamati, tapi saya diberi tahu kalau sebagian besar mata uang kripto itu pada dasarnya seperti skema ponzi. Masih belum jelas bagaimana cara kerjanya,” kata Jim Yong Kim, Presiden Bank Dunia seperti dikutip dari Bloomberg, Kamis (8/2/2018).

Baca Juga: Redam Bahaya Uang Virtual, BI Diminta Pantau Situs-Situs Cryptocurrency

Kim mengatakan, Bank Dunia sangat berhati-hati dengan teknologi pencatatan terintegrasi modern (blockchain) yang populer di balik mata uang kripto. Namun, dia melihat ada sebuah harapan teknologi tersebut bisa digunakan oleh berbagai negara maju untuk mengamati pergerakan uang secara lebih efektif sekaligus menangkal korupsi.

Pada tahun lalu, sejumlah mata uang kripto seperti bitcoin meroket tajam lebih dari 1.100% meski nilainya jatuh cukup dalam sejak pertengahan bulan Desember. Pada awal bulan ini, nilai bitcoin juga sempat jatuh dari USD10.000 per 1 bitcoin menuju USD6.000 hanya dalam waktu empat hari meskipun mulai merangkak naik dalam dua hari terakhir.

Baca Juga: 44 Usaha di Bali Transaksi Pakai Bitcoin Cs, BI Terjunkan Tim Pengawas

Selain gejolaknya yang sangat tinggi, mata uang kripto juga membuat khawatir banyak pihak karena sifatnya yang terdesentralisasi dan tanpa regulasi membuat mata uang kripto rawan digunakan untuk praktik pencucian uang dan tindak kriminal lainnya.

Pernyataan serupa juga dikemukakan belum lama ini oleh Agustin Carstens, General Manager Bank of International Settlements (BIS), institusi keuangan internasional yang disokong oleh bank-bank sentral di seluruh dunia. Menurut Agustis, otoritas setiap negara harus segera mengendalikan mata uang kripto karena relasinya dengan sistem keuangan bisa menyebabkan kekacauan.

Baca Juga;Jokowi: Bitcoin Cs Diperebutkan Banyak Orang

“Bank sentral di dunia harus bersiap melakukan intervensi jika dibutuhkan. Bank sentral dan juga otoritas keuangan sebaiknya memberikan perhatian tertentu terhadap hubungan mata uang kripto dengan mata uang riil dan memastikan mereka tidak menjadi parasit dalam infrastruktur kelembagaan bagi sistem keuangan yang lebih luas,” kata Agustin.

Sementara itu, Jerome Powell, Gubernur bank sentral AS, The Fed yang baru dilantik menggantikan Janet Yellen juga menilai, mata uang kripto seharusnya memiliki tata kelola dan manajemen risiko yang baik.

(Rahmat Fiansyah)

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini