nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Fakta Ekonomi Indonesia 2017, dari BPS, IMF hingga Morgan Stanley

Keduari Rahmatana Kholiqa, Jurnalis · Sabtu 10 Februari 2018 17:21 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 02 10 20 1857664 fakta-ekonomi-indonesia-2017-dari-bps-imf-hingga-morgan-stanley-OpnE6h4lEu.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Pertumbuhan ekonomi di Indonesia selalu mengalami fluktuatif. Lihat saja di sepanjang tahun 2017, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya sebesar 5,07%. Angka ini di bawah prediksi pemerintah sebesar 5,2% di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2017.

Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut fakta-fakta terkait pertumbuhan ekonomi, seperti dirangkum Okezone:

 Baca juga: Wapres JK Ingatkan Penguatan Ekonomi di Tahun Politik

1. BPS: Konsumsi Rumah Tangga Masih jadi Andalan

Dari data BPS, pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal IV sebesar 4,97%, lebih besar dibandingkan dengan kuartal III 2017 sebesar 4,93%. Namun dibandingkan dengan kuartal IV 2016 sebesar 4,99%, lebih melambat.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kecuk Suhariyanto menyatakan, hingga saat ini sektor pendorong pertumbuhan ekonomi masih di dominasi oleh peranan konsumsi rumah tangga sebesar 56,13%.

 Baca juga: Ekonomi RI Tumbuh 5,07%, Kemenkeu: Nomor 3 Setelah China dan India

Konsumsi rumah tangga sepanjang tahun 2017 (Kuartal I-Kuartal IV) mencapai 4,95%, dan masih menjadi sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun lalu.

Kecuk mengatakan bahwa konsumsi rumah tangga sumber pertumbuhan ekonomi tertinggi di 2017 yakni sebesar 2,69%.

2. Moody’s Masih Enggan Naikkan Rating Indonesia

Walaupun ekonomi RI stabil, lembaga pemeringkat Moody's Investors Service nampaknya belum mau mengikuti jejak Fitch Ratings, yang melakukan upgrade terhadap peringkat utang Indonesia. Moody's pun memilih mempertahankan rating utang Indonesia di investment grade.

Moody's mengatakan bahwa profil kredit Indonesia (Baa3 positif) didukung oleh defisit fiskal yang sempit, rendahnya utang pemerintah, pertumbuhan ekonomi dan prospek pertumbuhan PDB yang sehat.

Baca juga: Jaga Konsumsi Masyarakat, Sri Mulyani: Investasi Harus Tumbuh di Atas 7%

Namun, Indonesia masih memiliki tantangan meliputi mobilisasi pendapatan yang masih rendah dan ketergantungan pada pendanaan eksternal. Saat ini, faktor-faktor yang mengekspos ekonomi dan keuangan pemerintah terhadap fluktuasi adalah dari kondisi global.

3.  IMF: Perekonomian Indonesia Dicover Laju Inflasi yang Terjaga

Dana Moneter Internasional (Internasional Monetary Fund/IMF) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,3% pada 2018, setelah tumbuh 5,1% pada 2017.

Pimpinan Misi IMF untuk Indonesia Luis E. Breur mengatakan, terjaganya ekonomi Indonesia juga ditandai dengan laju inflasi yang terjaga. Pada tahun ini, inflasi diperkirakan 3,7% (year on year/yoy) dan menurun menjadi 3,6% pada 2018. Transaksi berjalan Indonesia diperkirakan masih menderita defisit 1,7% dari Produk Domestik Bruto (PDB) dan membengkak menjadi 1,9% PDB pada 2018.

Namun, IMF menekankan, terdapat kecenderungan risiko ekonomi eskternal yang lebih besar karena potensi pembalikkan arus modal asing, pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat di China, dan risiko kemanan dari stabiltas geopolitik kawasan.

Dari ekonomi domestik, risiko juga masih membayangi karena potensi kekurangan penerimaan pajak dan kecenderungan kenaikan suku bunga di pasar keuangan mengingat pengetatan likuiditas pasar keuangan global. "Pada sisi positifnya, pertumbuhan global dan harga komoditas bisa lebih kuat dari yang diperkirakan," ujar Breur.

4. Morgan Stanley Sebut Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Atas Ekspektasi

Morgan Stanley melihat pencapaian pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal IV-2017 di atas ekspektasi. Pertumbuhan utama didorong oleh permintaan domestik. Ekonomi Indonesia disebut tetap berada di jalur pemulihan bertahap.

Mengutip riset Morgan Stanley yang disusun oleh Deyi Tan dan Zhixiang Su, PDB kuartal IV-2017 berada di 5,2% dari tahun ke tahun atau Year on Year (yoy). Ini merupakan peningkatan dari kuartal sebelumnya yaitu 5,1% YoY di kuartal III-2017. Nilai tersebut berada di atas perkiraan dan konsensus Morgan Stanley, yaitu di 5,1% yoy.

5. Target APBNP 2017 Tak Tercapai, Perekonomian Indonesia Tetap Membaik

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, meski tak capai target tapi pertumbuhan ekonomi 2017 sudah membaik dibandingkan tahun sebelumnya. Maka untuk tahun ini, Pemerintah masih akan tetap optimis bisa mencapai target 5,4% seperti di APBN 2018.

"Masih (optimis 5,4%)," ungkapnya.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini