nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Baru Gajian tapi Uang Sudah Habis, Bisa Jadi Ini Penyebabnya

Agregasi Minggu 11 Februari 2018 23:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 02 10 320 1857587 baru-gajian-tapi-uang-sudah-habis-bisa-jadi-ini-penyebabnya-Yr2mcd0VLa.jpg Ilustrasi

JAKARTA - Bagi orang yang sudah memiliki pendapatan sendiri, tentunya memiliki keinginan dalam dirinya untuk bisa menggunakan gaji demi membeli barang-barang yang diinginkan. Hampir sebagian besar orang sepertinya memiliki pola pikir yang sama.

Padahal, hal ini hanya akan memicu perilaku konsumtif yang kemudian menyebabkan pemborosan. Tanpa disadari, Anda akan merasa kekurangan uang terus-menerus meskipun gaji yang diterima cukup besar.

Tak hanya itu, ada banyak alasan-alasan lainnya yang membuat Anda selalu merasa kekurangan uang. Bahkan, alasan-alasan tersebut mungkin tidak Anda sadari sebelumnya.

1. Hidup Terlampau Konsumtif

Gaya hidup konsumtif sering kali dihubungkan dengan perilaku konsumtif. Senang menghambur-hamburkan uang dan melakukan segala sesuatu yang diinginkan tanpa memiliki pemikiran yang panjang, itulah salah satu tandanya.

Jika Anda memiliki gaya hidup seperti ini? Tidak heran jika akan merasa terus-menerus kekurangan uang. Seberapa pun pemasukan yang Anda dapatkan, tentunya tidak akan pernah cukup jika memiliki pola hidup seperti ini.

Gaya hidup konsumtif tidak pernah memerhatikan hal mana yang menjadi prioritas dan tidak. Sebab segala sesuatu yang diinginkan akan didapatkannya tanpa berpikir terlebih dahulu.

2. Kebablasan Membeli Barang Diskon

Sering tergiur dengan kata-kata diskon? Hati-hati, hal ini bisa memicu Anda melakukan pemborosan terus-menerus tanpa disadari. Membeli barang-barang dengan harga yang murah, tentunya menjadi keuntungan tersendiri.

Namun, hal ini hanya menguntungkan jika barang-barang tersebut memang merupakan kebutuhan yang penting. Lalu, jika tidak, tentu saja akan memicu terjadinya pemborosan.

Kebiasaan seperti ini tidak selalu baik karena dapat memicu perilaku konsumtif yang tidak bermanfaat. Bagaimana pun diskon atau obral hanya merupakan strategi marketing saja. Jangan sampai Anda terlalu tergiur karenanya.

3. Sisihkan Dana, tapi Bukan untuk Ditabung

Sering mengalami penipisan uang, padahal kebutuhan sedang mendesak? Bisa jadi ini disebabkan karena Anda yang jarang bahkan tidak pernah menabung. Padahal, menabung merupakan hal yang penting bagi kestabilan kondisi keuangan.

Jika memang belum terbiasa menabung, Anda bisa memulainya dengan nominal yang tidak terlalu banyak terlebih dahulu. Bahkan, jika memang terasa sulit, Anda perlu memaksakan diri dengan cara konsisten dan disiplin dalam menabung.

4. Tidak Tahu Kondisi Finansial Sendiri Seperti Apa

Salah satu faktor penting yang dapat memengaruhi kondisi finansial Anda tanpa disadari adalah karena ketidaktahuan mengenai kondisi keuangan sendiri. Meskipun terlihat remeh, hal ini sangat penting. Sayangnya, banyak orang yang tidak terlalu memedulikannya. Dengan mengetahui keuangan pribadi, tentu saja Anda bisa mengontrol keuangan dengan baik.

5. Pakai Banyak Kartu Kredit, tapi Menunggak Saat Bayar Cicilan

Jangan memiliki banyak kartu kredit jika Anda tidak bisa membayar tagihan-tagihan setiap bulannya. Selain itu, memiliki banyak kartu kredit hanya akan memusingkan Anda saja. Apalagi jika tidak digunakan dengan bijak, akan menjadi bencana keuangan.

Kehadiran kartu kredit memang dapat memudahkan, tapi rasanya satu kartu kredit saja sudah cukup. Selain itu, kelola kartu kredit dengan baik sehingga tidak sampai membuat Anda terlilit utang.

6. Tidak Ada Rencana Masa Depan

Sudah memiliki rencana di masa depan? Jika belum, dapat dipastikan ini yang menjadi pemicu kondisi kekurangan uang tersebut. Setidaknya, Anda harus memiliki bayangan di masa depan, terutama untuk kondisi finansial Anda.

Tidak memiliki rencana dan pandangan untuk masa depan akan membuat Anda tidak dapat mengatur keuangan dengan baik.

7. Menggampangkan Utang

Mudah berutang sering kali dapat menyebabkan seseorang mudah merasa kehabisan uang. Sebab keinginan mendapatkan sesuatu barang, tapi uang tidak cukup memicu orang untuk terus berutang.

Meskipun hanya satu atau dua kali, jika diteruskan, akan menjadi kebiasaan buruk yang akan berdampak negatif pada kondisi keuangan Anda. Apalagi jika tumpukan utang tersebut terus-menerus meningkat setiap waktunya.

Hindari Hal-Hal yang Sifatnya Konsumtif dan Merugikan

Perilaku konsumtif tidak hanya akan berdampak buruk bagi kondisi keuangan saat ini, tapi juga keuangan di masa yang akan datang. Untuk itu, mulailah menghindari hal-hal yang bersifat konsumtif dan boros.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini