nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

3 Bulan Jadi Tahanan Pangeran Korup, Hotel Ritz Carlton Riyadh Kembali Dibuka

Koran SINDO, Jurnalis · Senin 12 Februari 2018 11:56 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 02 12 470 1858208 3-bulan-jadi-tahanan-pangeran-korup-hotel-ritz-carlton-riyadh-kembali-dibuka-y2rjpqoW8k.jpg Ilustrasi: (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Setelah selama 3 bulan mengalami penutupan, Hotel Ritz-Carlton Riyadh kembali dibuka pada Minggu 11 Februari 2018. Penutupan yang dilakukan selama 3 bulan ini, digunakan sebagai tempat menahan para elite politik dan bisnis di Arab Saudi. Penahanan itu sebagai bagian dari upaya pembersihan korupsi di Arab Saudi. 

Hotel Ritz-Carlton digunakan sebagai tempat penahanan para tokoh, seperti puluhan pangeran, mantan menteri, dan pebisnis ada di dalam hotel itu dan sudah dipindahkan dua pekan lalu. Pintu gerbang di hotel mewah tersebut ditutup dan dijaga unit penjaga kerajaan dengan seragam hitam.

Baca Juga: Orang Terkaya Arab Saudi Disiksa di Penjara

Pembebasan itu dibuat bersama otoritas atau dibebaskan dari tuduhan korupsi. Kini komunitas bisnis sudah mulai kembali normal setelah terkejut dengan penahanan tersebut. Seorang pebisnis yang terpaksa pindah ke hotel lain sejak November, kemarin kembali ke Ritz-Carlton Riyadh.

“Satu kehormatan dapat kembali,” ungkap seorang konsultan asing menunggu mobil mewah yang akan membawanya berangkat kerja. Dia menyatakan, penahanan terhadap para tokoh itu tidak meninggalkan jejak apa pun di hotel dengan 492 kamar itu.

 “Anda melupakan tentang itu segera saat ada di kamar dan Anda hilang dalam gelembung Anda sendiri,” ujarnya. Sebagian para manajer hotel menolak permintaan wawancara, tapi perusahaan menyatakan, “Hotel itu telah kembali normal beroperasi mulai hari ini.” 

Baca Juga: Wah! Arab Saudi Bekukan 1.200 Rekening Bank Tersangka Korupsi

Beberapa tokoh penting yang sempat ditahan di hotel itu adalah investor global Pangeran Alwaleed bin Talal dan Pangeran Miteb bin Abdullah yang pernah dianggap sebagai pesaing utama untuk takhta kerajaan. Sumber pejabat Saudi menyatakan pada Reuters bahwa Pangeran Miteb dibebaskan setelah membayar lebih dari USD1 miliar.

Pangeran Alwaleed tetap menegaskan, dia tidak bersalah dalam kasus korupsi apa pun saat wawancara dengan Reuters beberapa jam sebelum pembebasannya. Pejabat Arab Saudi menjelaskan, dia dibebaskan setelah mencapai kesepakatan keuangan. 

Kejaksaan Agung Saudi menyatakan, pemerintah telah menyita lebih dari USD106 miliar melalui kesepakatan itu. Beberapa pengamat menilai, operasi pembersihan korupsi ini demi memperkuat pengaruh Putra Mahkota Mohammed bin Salman, 32, yang kini sedang memimpin reformasi ekonomi dan sosial di kerajaan itu. Sepuluh hari sebelum penangkapan dilakukan, Hotel Ritz Carlton menjadi tempat konferensi bisnis internasional.

Pada konferensi itu, beberapa peserta juga turut ditahan dalam pembersihan korupsi tersebut. Kejaksaan Agung Saudi menyatakan ada 56 orang yang masih ditahan. Mereka diyakini telah dipindah ke penjara setelah menolak mengaku bersalah dan tampaknya akan dibawa ke pengadilan. 

Ahmed al-Safer, pengusaha keturunan Yaman-Amerika Serikat (AS) yang biasa menginap di Ritz, berhenti di hotel itu untuk minum teh bersama teman-temannya. Saat ditanya apakah penahanan di hotel itu memengaruhi reputasinya, dia menjawab, “Sekarang ini terkenal. Semua orang akan mengunjunginya meski hanya untuk berfoto.” Dengan tarif terendah sebesar USD650 per malam, hotel itu menawarkan kemewahan kepada para tamunya. 

Ritz Carlton di Riyadh merupakan bagian dari jaringan hotel dikelola The Ritz-Carlton Hotel Company LLC yang merupakan perusahaan AS. Perusahaan itu memiliki 98 hotel mewah dan resor mewah di 30 negara dan wilayah. Perusahaan itu didirikan pada 1983, saat pemilik sebelumnya menjual nama merek Ritz-Carlton dan Hotel Ritz- Carlton di Boston, Massachusetts. Merek itu pun diperluas ke lokasi lain.

Di antara hotel-hotel bintang lima paling mewah di Arab Saudi, The Ritz- Carlton, Riyadh, membawa para tamu dalam perjalanan menawan melalui taman-taman pemandangan seluas 52 acre, akomodasi mewah dan luas, sejumlah restoran makan malam kelas dunia serta 62.000 kaki persegi ruang acara elegan. 

(Syarifudin)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini