Image

Gelar RUPS, Pertamina Bakal Rombak Direksi?

Feby Novalius, Jurnalis · Selasa 13 Februari 2018 12:44 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 02 13 320 1858815 gelar-rups-pertamina-bangkal-rombak-direksi-RRqNW9YYL6.jpg Ilustrasi Pertamina. (Foto: Okezone)

JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) direncanakan akan merombak struktur manajemen PT Pertamina (Persero) di bawah kepemimpinan Elia Massa Manik. Hal ini akan dilakukan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Pertamina, hari ini.

"Ya undangan (RUPS) begitu," ucap Komisaris Utama Pertamina Tantri Abeng, di Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (13/2/2018).

Akan tetapi, Tanri enggan menegaskan bahwa agenda RUPS adalah pergantian direksi. Menurutnya, undangan kali ini hanya menggelar RUPS.

"Mungkin kita akan, tapi belum jelas. Ini baru akan diumumkan sebentar. Kalau studinya itu perubahan struktur, biasanya kalau ada struktur dirubah susunannya juga berubaha. Tapi kita nanti lihat," tuturnya.

Soal pergantian Dirut Elia Massa Manik, Tantri enggan mengatakannya. Menurutnya, informasi soal siapa manajemen baru belum diketahui.

"Saya enggak tahu, karena saya belum tahu siapa yang akan ditempatkan distruktur baru. Ini kita baru mau dengerin," tuturnya.

Hanya saja, lanjut Tantri, RUPS justru ditunda. Sayangnya, dia tidak menjelaskan diundurnya RUPS tersebut. "Ditunda rapanya sampai jam 17.00 WIB," tandasnya.

Baca Juga: Masuk ke Pertamina, PGN Jadi Sub Holding Gas

Sebelumnya, bereda tiga nama baru, R Gunung Sardjono Hadi, Alex J Sinaga dan Insan Purwasya Tobing yang dikabarkan akan masuk dalam jajaran manajemen baru Pertamina.

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berencana membentuk holding BUMN Migas. Dalam pembentukan holding ini, PT Pertamina (Persero) akan menjadi induk holding, sedangkan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) menjadi anggota holding atau anak usaha dari Pertamina.

Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno memastikan, holding BUMN migas akan segera terbentuk pada tanggal 25 Januari 2018. Pembentukan holding migas ditentukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PGN.

Baca Juga: Semua Dianggap Selesai dengan Bentuk Holding BUMN

RUPSLB menyetujui pengalihan saham PT PGN kepada pemerintah. Artinya, Pertamina akan mengambil saham pemerintah yang berada di PGN sebesar 57%.

Saat ini, Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tinggal menunggu persetujuan Presiden Joko Widodo. Meski demikian, walaupun aturan belum selesai, holding migas akan tetap terbentuk karena sudah melalui proses RUPSLB.

Sementara itu, Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) Pertamina Nicke Widyawati mengakui, pada 25 Januari lalu ada RUPSLB yang dilakukan oleh PT PGN. RUPS tersebut bertujuan untuk meminta persetujuan kepada pemegang saham untuk melakukan pengalihan saham dari PGN menuju Pertamina.

Diketahui, Pertamina sejak 2014 menandatangani kontrak impor gas alam cair (liquid natural gas/LNG) sebesar 1,5 juta ton per tahun dari Cheniere Corpus Christi, perusahaan asal Amerika Serikat.

Kontrak pembelian LNG ini dibuat karena diperkirakan Indonesia butuh gas impor mulai 2019.

Dalam neraca gas bumi yang disusun Kementerian ESDM disebutkan, Indonesia butuh impor gas sebanyak 1.777 billion british thermal units per day (bbtud) pada 2019, 2.263 bbtud pada 2020, 2.226 bbtud di 2021, 1.902 bbtud tahun 2022, 1.920 bbtud di 2023, 2.374 bbtud pada tahun 2024, dan 2.304 bbtud di 2025.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini