Image

Target Serapan Anggaran 2018 di Atas 90%, Menhub: Bukan Pekerjaan yang Sulit

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis · Selasa 13 Februari 2018 14:14 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 02 13 320 1858879 target-serapan-anggaran-2018-di-atas-90-menhub-bukan-pekerjaan-yang-sulit-54hJIYOyBG.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenub) tahun ini mendapatkan anggaran sebesar Rp45,203 Triliun. Jumlah anggaran ini menurun 5,7% dari pagu anggaran 2017 sebesar Rp47 triliun. Penurunan anggaran ini disebabkan oleh serapan anggaran yang tidak maksimal yakni hanya sebesar Rp41 triliun.

"Penurunan (anggaran) itu untuk introspeksi kita," ungkap Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Hotel JS Luwansa, Selasa (13/2/2018).

Baca Juga: Menhub: Hindari Pungli dan Korupsi

Dengan serapan yang tidak maksimal tahun lalu, maka tahun ini Budi bertekad untuk menyerap anggaran hingga 90%. Penyerapan juga dilakukan dengan baik dan bukan asal-asalan. Karena meski pada tahun 2017 tidak maksimal hanya 86% tapi sudah lebih baik dari 2016 yang hanya terserap 76% anggarannya.

"Jadi saya minta jangan lagi main-main, kalau ada komitmen kuat saya pikir bisa dilaksanakan. Kemarin dari 76% menjadi 86% karena saya minta dilakukan intensif tanpa melihat hal tertentu di luar konteks. Tapi untuk di atas 90% (serapan) bukan pekerjaan yang sulit," jelasnya.

Baca Juga: Kemenhub Alokasikan Rp1,3 Triliun untuk Perawatan Pengoperasian Perkeretaapian Milik Negara di 2018

Budi menjelaskan untuk mencapai serapan ini maka pihaknya akan melakukan langkah-langkah terbaik yang bisa memaksimalkan anggaran. Setidaknya akan ada dua langkah yang dilakukan pihaknya.

"Saya pikir langkah konkretnya perencanaan dengan baik, kedua adalah komitmen untuk melaksanakan dengan cepat proses tender bisa dilaksanakan," kata dia.

Baca Juga: Menhub: Pembebasan Lahan Kita Lakukan dengan Pendekatan Profesional

Sementara itu, untuk proses lelang untuk Proyek Strategis Nasional dari Kemenhub ditargetkan bisa dilakukan di kuartal I-2018 ini. Dengan demikian, saat di lelang pertama tidak semua laku maka bisa dilakukan lelang kedua.

"Kalau lelang Maret paling lambat 1,5-2 bulan sudah menang. Jadi kalau nanti gagal lelang itu bisa kembali diulang di Mei, dan bisa lagi Juli sudah terjadi makanya penyerapan lebih baik, berarti ada investasi," tukas dia.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini