nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ekspor Wajib Gunakan Kapal Lokal, Menhub: Kalau Tak Sepakat Kita Bicara

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis · Selasa 13 Februari 2018 16:22 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 02 13 320 1858981 ekspor-wajib-gunakan-kapal-lokal-menhub-kalau-tak-sepakat-kita-bicara-teFSX8Kg7d.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA – Pemerintah akan memberlakukan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 82 Tahun 2017 tentang Ketentuan Penggunaan Angkutan Laut Dan Asuransi Nasional Untuk Ekspor Dan Impor Barang Tertentu pada 1 Mei 2018.

Dalam aturan ini mengharuskan ekspor batu bara dan CPO yang dilakukan Indonesia wajib menggunakan kapal nasional.

Lalu bagaimana dampaknya ke perkapalan nasional?

Baca Juga: Mendag Dorong Barter Komoditas demi Tercapainya Target Pertumbuhan Ekspor 11%

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, pihaknya mendukung penerapan Permendag ini karena pada prinsipnya pemerintah ingin membuat aturan untuk memudahkan kegiatan ekspor, investasi di Indonesia. Serta di sisi lain juga ada semangat untuk memajukan industri pelayaran nasional.

Karena tujuan ini, maka Budi menegaskan untuk pihak yang tidak sepakat agar membicarakan lagi. Pasalnya tujuan pemerintah menerapkan semua aturan hanya untuk mendukung pertumbuhan perekonomian Indonesia yang lebih baik.

"Akan lebih baik kalau kita bicara kalau ada pihak-pihak yang kurang sepakat. Karena pada dasarnya Presiden mengamanatkan kita untuk selalu melakukan perubahan tentang apa-apa yang menghambat masyarakat khususnya untuk investasi dan ekspor," ungkapnya di Hotel JS Luwansa, Selasa (13/2/2018).

 Baca Juga: Mendag Dorong Barter Komoditas demi Tercapainya Target Pertumbuhan Ekspor 11%

Mantan Direktur Utama AP II menegaskan jika kapal nasional mampu membawa ekspor batu bara dan CPO serta bisa menekan biaya logistik menjadi lebih murah maka perlu dilanjutkan. Karena ini untuk memberikan keringanan bagi pelaku usaha.

"Tapi kalau menimbulkan biaya tinggi harus dievaluasi, karena ini harus dilakukan secara gradual, dan kira support industri perkapalan nasional, tapi jangan menghambat kegiatan ekspor yang sudah baik sekarang," tukasnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini