Image

Bekraf Jaring 100 Startup Kuliner untuk Dikembangkan ke Pasar Global

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis · Selasa 13 Februari 2018 17:21 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 02 13 320 1859035 bekraf-jaring-100-startup-kuliner-untuk-dikembangkan-ke-pasar-global-5d176VAP0f.jpg Foto: Wahyudi/Okezone

MEDAN - Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) akan menjaring 100 usaha rintisan kuliner baru di tahun 2018 ini. 100 usaha rintisan itu nantinya akan digabungkan ke dalam Food Startup Indonesia, sebuah platform online untuk pelaku ekonomi kreatif kuliner yang mempunyai nilai inovasi dalam produknya dan membutuhkan akses permodalan untuk peningkatan kapasitas.

Dengan tergabung di dalam Food Startup Indonesia, maka otomatis para usahawan kuliner itu akan masuk ke dalam ekosistem yang terintegrasi. Mendapatkan mentorship, networking investment, sehingga akan lebih mudah mendistribusi produk-produk mereka.

Syaratnya, usahawan yang berminat harus terlebih dahulu terkurasi oleh kurator Food Startup Indonesia. Para usahawan juga harus mendaftar ke Demoday 100 Food Startup Indonesia dengan mengirimkan PitchDeck business.

"Bagi peserta yang ingin tahu lebih jelas tentang pitchdeck clan demoday dapat menghadiri sosialisasi Food Startup Indonesia 2018 di kota terdekat. Acara ini kami adakan tanpa diungut biaya atau gratis,” ujar Hanifah Makarim, Kasubdit Dana Masyarakat Direktorat Akses Non Perbankan Deputi Akses Permodalan BEKRAF, saat melaksanakan sosialisasi Food Startup Indonesia 2018 di Hotel Santika Premiere Dyandra Medan, Selasa (13/2/2018).

 Baca juga: Bisa Dicuri, Sri Mulyani Minta Ide Kreatif Dipatenkan

Hanifah menyebutkan, untuk menjaring 100 usahawan itu, selama Februari-Maret 2018 ini mereka akan melakukan sosialisasi di 8 kota lainnya yang dianggap memiliki kekayaan kuliner terbaik di Indonesia. Yakni Bandung pada 20 Februari 2018, Makassar pada 23 Februari 2018, Belitung pada 27 Februari 2018, Semarang pada 1 Maret 2018, Banjarmasin pada 6 Maret 2018, Malang pada 9 Maret 2018, Yogyakarta pada 13 Maret 2018, Surabaya pada 20 Maret 2018, dan Mataram pada 23 Maret 2018.

Dalam setiap acara Sosialiasi Food Startup Indonesia, Bekraf memberikan informasi lebih lanjut tentang FoodStartup Indonesia, bagaimana manfaat Demoday FSI 2018 terhadap peningkaan kapasitas pelaku. Bagaimana untuk dapat terpilih masuk di dalam Demoday FSI 2018, bagaimana untuk membuat pitch deck dan juga mini mentorship tentang investasi dan perihal bisnis kuliner.

 

Pendaftaran Demoday Food Startup Indonesia di mulai dari tanggal 26 Januari-26 ]uni 2018. Setelah itu Bekraf akan melakukan kurasi dari pitchdeck yang dikumpulkan, dan memilih hingga 100 Food Startup Indonesia 2018. Setelah itu penyelenggaraan Demoday FoodStartup indonesia 2018 diselenggarakan di Surabaya pada tanggal 27 July-1 Agustus 2018, dan akan memilih 3 besar FoodStartup 2018.

"Para 3 besar ini akan mendapatkan pendukungan dari Bekraf untuk peningkatan kapasitas dan produksi dan tergabung dalam ekosistem yang sudah dibentuk," jelasnya.

  Baca juga: Simak! Sri Mulyani Bakal Tampung Ide Kreatif Anak Muda Indonesia

Deputi Akses Permodalan Bekraf, Fadjar Hutomo mengatakan, startup kuliner yang mendaftar pada Demoday FSI 2018 perlu memenuhi beberapa kriteria, antara lain usaha kuliner berusia satu hingga tiga tahun, membutuhkan pendanaan tahap awal maupun berkembang, memiliki inovasi, berbasis teknologi, dan berdampak social.

“Melalui Food Startup Indonesia ini kami mengharapkan produk kuliner dengan brand Indonesia menjamur bukan hanya di negeri sendiri, tapi juga di pasar global,” harapnya.

Food Startup Indonesia sendiri telah diinisiasi oleh Deputi Akses Permodalan, Badan Ekonomi Kreatif Indonesia sejak akhir tahun 2016. Pada tahun 2017, platform tersebut berhasil menjaring 2.005 data pelaku ekonomi kreatif kuliner dari seluruh Indonesia, dan telah berhasil mengkurasi 150 Food Startup Indonesia, dan memilih 3 Food Startup Indonesia terbaik tahun 2017.

 Baca juga: Hak Paten Diusulkan Jadi Jaminan Bank

Tiga besar Food Startup Indonesia 2017 adalah Matchamu, Ladang Lima, dan Chillibags. Ketiganya sudah mempunyai kapasitas ekspor keluar Indonesia. Sekitar 30% dari Food Startup Indonesia yang terkurasi telah terkoneksi dengan akses permodalan non-perbankan.

Salah satu top three pada Food Startup Indonesia tahun 2017, Lintang Wuriantari dengan produk Matchamu-nya, mengungkapkan dampak positif yang dirasakannya setelah tergabung FSI, antara lain dia mengetahu harus dibawa ke mana produknya, termotivasi untuk scale up dengan bantuan dan dukungan mentor, sekaligus terbantu promosi nasional maupun internasional.

“Saya sudah merasakannya sendiri, dan saya mengajak teman-teman perintis usaha kuliner lainnya, untuk memanfaatkan program ini secara maksimal,” tandasnya.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini