nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mendag Minta Bantuan Dubes Tingkatkan Ekspor RI

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis · Selasa 13 Februari 2018 19:10 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 02 13 320 1859108 mendag-minta-bantuan-dubes-tingkatkan-ekspor-ri-NyfImYF8n1.jpg (Foto: Lidya/Okezone)

JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita hari ini hadir dalam diskusi panel pada rapat kerja (Raker) Kepala Perwakilan RI, Kementerian Luar Negeri tahun 2018. Adapun pembahasan dalam raker ini adalah untuk mengkatkan daya saing ekspor, investasi dan industri nasional di tengah-tengah perubahan geo ekonomi.

Enggar menceritakan, dalam arahannya dia sudah meminta bantuan para duta besar serta para perwakilan yang ada di luar negeri untuk bisa kembali meningkatkan ekspor Indonesia. Setidaknya ada 5 poin yang disampaikan Enggar dalam arahannya.

"Kita memberikan kesempatan dalam rapat kerja para duta besar dan perwakilan di luar negeri, banyak hal yang saya minta tolong untuk membantu menindaklanjuti rencana perjanjian kerja sama kita dan yang kedua berbagai isu-isu perdagangan yang juga minta diantisipasi, ketiga ada hal-hal lain yang diperlukan untuk meningkatkan ekspor kita. Kemudian ke-4 saya juga memberikan imformasi mengenai komoditi apa saja, kemudian kelima dari sisi mikro dan makronya, bagaimana kinerja ekonomi khsusunya bagian dari pada itu di perdagangan," ungkap Enggar di Kementerian Luar Negeri, Selasa (13/2/2018).

 Baca juga: Jokowi: Jangan Pandang Negara Potensial Ekspor Sebelah Mata

Menurutnya, ada beberapa hal yang akan dilakukan dalam rangka meningkatkan ekpor Indonesia agar mampu bersaing dengan negara lain. Pasalnya realisasi ekspor Indonesia sepanjang 2017 paling kecil di antara negara ASEAN lainnya.

"Kita memintan bantuan dan minta tolong mereka untuk juga menindaklanjuti, draf FTA kita dan perjanjian perdagangan internasional lainnya," jelasnya.

Kemudian juga masih dalam rangka meningkatkan ekspor, Enggar meminta kepada para duta besar di luar negeri untuk bisa menerima perjanjian kerja sama perdagangan selain dari 10 negara yang sudah ada di daftar target Indonesia.

"Di luar daftar 10 negara dan 9 negara yang ada, kalau mereka ada permintaan untuk bilateral, bu Menteri Luar Negeri (Retno Marsudi) sendiri menyampaikan bahwa para duta besar ini akan membantu sepenuhnya," kata dia.

 Baca juga: Mendag Dorong Barter Komoditas demi Tercapainya Target Pertumbuhan Ekspor 11%

Mantan Ketua REI ini menyebutkan, sinergi antara kementerian untuk meningkatkan ekspor sangat penting dilakukan terutama dengan Kementerian Luar Negeri. Hal ini, karena Kementerian Perdagangan tidak akan bisa bekerja sendiri terutama untuk meningkatkan ekspor Indonesia.

"Dan saya merasakan sekali dukungan dan bantuan Kementerian Luar Negeri, kalau tidak enggak mungkin ekspor kita bisa seperti ini pertumbuhannya," tukas dia.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini