Image

Perkuat Bisnis, Menteri Rini Ubah Nomenklatur Direksi Pertamina

Feby Novalius, Jurnalis · Selasa 13 Februari 2018 19:15 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 02 13 320 1859109 elpiji-3-kg-langka-alasan-menteri-rini-cabut-posisi-direktur-gas-pertamina-4CI8egLjPA.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui Surat Keputusan (SK) perubahan organisasi PT Pertamina (Persero) memutuskan untuk mencabut posisi Direktorat Gas dan memecah Direktorat Pemasaran menjadi baru Direktorat Pemasaran Corporate, Direktorat Pemasaran Ritel dan Direktur Logistik, Suplai Chain dan Infrastruktur.

Deputi Bidang Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno mengatakan, ada perubahan besar yang harus dihadapi Pertamina. Selama ini, produk orieted marketing nantinya harus jadi costumer oriented.

 Baca juga: Jabatan Posisi Direktur Gas Hilang, Yenni Andayani Berhenti Menjabat di Pertamina

"Intinya beberapa temen-temen khususnya Pertamina, di mana ada beberapa kejadian-kejadian kelangkaan BBM, Elpiji beberapa bulan lalu, tahun lalu. Kemudian buat kajian reorganisiasi Pertamina dibahas dan dikonsultasikan dengan beberapa pihak," tuturnya Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (13/2/2018).

Oleh karena itu, dalam rapat telah disampaikan perubahan struktur pengurus perusahaan. Di mana dua direktorat, gas dan pemasaran diubah. Untuk Direktorat Gas tidak ada lagi, sedangkan Direktorat Pemasaran akan menjadi corporate costumer yang menangani masalah besar-besar dengan bisnis to bisnis.

 Baca juga: Direksi Pertamina Dirombak, Elia Massa Khawatirkan Investasi Luar Negeri

"Kemudian Diirektorat pemasaran ritel uang tujuannya menjalankan program-program kepada masyarakat dan ada lagi direktorat yang siapkan pemasaran termasuk suplai chain, logistik, storage dan lainya," ujarnya.

Menurut Hary, hal terpenting dari perubahan struktur organisasi Pertamina, utamanya menyelamatkan dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

 Baca juga: Gelar RUPS, Pertamina Bakal Rombak Direksi?

"Jadi untuk meniadakan ketersedian BBM, LPG baik PSO dan non. Hal ini akan jadi fokus perkembangan Pertamina," ujarnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini