nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cerita Perombakan Direksi Pertamina, Setahun 4 Kali hingga Hapus Direktur Gas

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Rabu 14 Februari 2018 07:13 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 02 13 320 1859177 cerita-perombakan-direksi-pertamina-setahun-4-kali-hingga-hapus-direktur-gas-ResX4cSlLR.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kembali merombak jajaran direksi PT Pertamina (Persero) pada Selasa, 13 Februari 2018. Setidaknya, sudah 4 kali direksi Pertamina ganti baju dalam rentang waktu setahun.

Pertama, pada Maret 2017, Menteri BUMN Rini Soemarno mengangkat Elia Massa Manik menjadi Dirut Pertamina menggantikan Dwi Soetjipto.

Kemudian pada Agustus 2017, Rini kembali merombak jajaran direksi, yakni mengangkat Ardhy N Mokobombeng sebagai Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia. Jabatan ini sebelumnya diduduki Rachmad Hardadi.

 Baca juga: Direktur Gas Dicabut, Berikut Kelanjutan Nasib Pertamina

Selain itu, Rini juga mengangkat Gigih Prakoso yang sebelumnya bekerja di PGN sebagai Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Risiko.

Tidak berhenti di sana, pada November 2017, Rini mentransfer Nicke Widyawati dari PT PLN (Persero) untuk mengisi posisi Direktur SDM di Pertamina.

Dan yang terbaru di Februari 2018, Rini merombak direksi Pertamina besar-besaran, yakni menghapus posisi Direktur Gas Pertamina serta menambah posisi Direktur Pemasaran Korporat dan Direktur Logistik, Supply Chain dan Infrastruktur.

 Baca juga: Direksi Diganti, BUMN Pastikan Investasi Pertamina Tak Terganggu

Dengan demikian Yenny Handayani diberhentikan sebagai Direktur Gas Pertamina. Perlu diingat penghapusan posisi ini bukan pertama kali dilakukan. Waktu itu, Pertamina juga meniadakan posisi Wakil Dirut Pertamina yang sebelumnya dijabat Ahmad Bambang.

Deputi Bidang Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno mengatakan, telah diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) bahwa pemegang saham dalam hal ini Menteri BUMN menyetujui untuk mencabut posisi Direktur Gas dan dipecah menjadi Direktur Pemasaran Corporate dan Direktur Logistik, Suplai Chain dan Infrastruktur.

"Jadi dengan tidak ada Direktur Gas maka pemberhentian Bu Yenni," ujarnya, di Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa 13 Februari 2018.

 Baca juga: Perkuat Bisnis, Menteri Rini Ubah Nomenklatur Direksi Pertamina

Hal ini tertuang dalam surat Nomor: SK-39/MBU/02/2018, tentang Pemberhentian, Perubahan Nomenklatur Jabatan, dan Pengalihan Tugas Anggota-Anggota Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pertamina, tertanggal 09 Februari 2018, memutuskan perubahan nomenklatur Direksi Pertamina.

RUPS memutuskan perubahan nomenklatur berupa Perubahan Direktur Pemasaran menjadi Direktur Pemasaran Ritel. Selain itu, menetapkan Penambahan nomenklatur Direktur Pemasaran Korporat dan Direktur Logistik, Supply Chain dan Infrastruktur. Serta, meniadakan Direktur Gas.

Sejak adanya perubahan nomenklatur tersebut, maka jajaran Direksi Pertamina adalah:

1. Elia Massa Manik selaku Direktur Utama

2. Arief Budiman selaku Direktur Keuangan

3. Syamsu Alam selaku Direktur Hulu

4. Muchamad Iskandar selaku Direktur Pemasaran Korporat, merangkap Direktur Pemasaran Retail sampai dengan penetapan direktur definitif

5. Nicke Widyawati selaku Direktur SDM merangkap sebagai Direktur Logistik, Supply Chain dan Infrastruktur sampai dengan penetapan direktur definitif

6. Direktur Manajemen Aset: Dwi Wahyu Daryoto

7. Direktur Pengolahan: Toharso

8. Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Risiko: Gigih Prakoso

9. Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia: Ardhy N. Mokobombang

Perubahan nomenklatur tersebut dilakukan seiring dengan perkembangan zaman. Pemegang Saham mengharapkan Pertamina dapat lebih fokus dalam mengembangkan pelayanan migas kepada publik.

"Perubahan nomenklatur Direksi merupakan keputusan Kementerian BUMN selaku Pemegang Saham, dengan mempertimbangkan perkembangan bisnis migas ke depan," jelas VP Corporate Communication Pertamina Adiatma Sardjito.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini