Image

Wall Street Ditutup Menguat, 3 Indeks Utama Mulai Pulih

ant, Jurnalis · Rabu 14 Februari 2018 07:32 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 02 14 278 1859283 wall-street-ditutup-menguat-3-indeks-utama-mulai-pulih-PhaifWOu8B.jpg Ilustrasi: (Foto: Shutterstock)

NEW YORK - Bursa saham Wall Street berakhir menguat pada Selasa (Rabu pagi WIB), untuk sesi ketiga berturut-turut, karena indeks-indeks utama terus pulih dari tekanan aksi jual pekan lalu.

Indeks Dow Jones Industrial Average bertambah 39,18 poin atau 0,16% menjadi ditutup di 24.640,45 poin. Indeks S&P 500 meningkat 6,94 poin atau 0,26% menjadi berakhir di 2.662,94 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup bertambah 31,55 poin atau 0,45% menjadi 7.013,51 poin.

Baca Juga: Wall Street Menguat meski Diserang Aksi Jual

Untuk perusahaan-perusahaan Tiongkok yang tercatat di Amerika Serikat, saham raksasa e-commerce Tiongkok, Alibaba, naik 1,02% menjadi berakhir di USD179,25, sementara saham perusahaan teknologi lainnya Baidu melonjak 1,79% menjadi USD225,60.

Pekan lalu, ketiga indeks utama merosot lebih dari 5%, mencatat kinerja terburuk mingguan mereka dalam waktu sekitar dua tahun.

Baca Juga: Wall Street Mulai Bangkit Usai Lalui Minggu Terburuknya dalam 2 Tahun

Para pedagang mengatakan bahwa langkah para investor untuk mengunci keuntungan, mungkin dalam beberapa perdagangan program komputer, dikombinasikan dengan kekhawatiran tentang suku bunga, telah mengirim ekuitas ke wilayah koreksi.

Dengan tidak adanya data utama yang dirilis, para investor menunggu Indeks Harga Konsumen yang dipantau secara ketat yang dijadwalkan diluncurkan pada Rabu waktu setempat untuk mendapatkan lebih banyak informasi mengenai tingkat inflasi negara tersebut.

Baca Juga: Wall Street Rebound Setelah Dilanda Aksi Jual

Selain itu, Presiden Federal Reserve Cleveland Loretta Mester mengatakan bahwa kemunduran pasar baru-baru ini tidak berdampak pada prospek ekonomi bank sentral.

"Sementara penurunan yang lebih dalam dan lebih gigih di pasar ekuitas bisa mengurangi kepercayaan dan menyebabkan kemunduran dalam pengambilan risiko dan pengeluaran, pergerakan yang telah kita lihat jauh dari skenario ini," katanya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini