Image

Pasar Saham Asia Menguat Menanti Data Inflasi Amerika

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Rabu 14 Februari 2018 08:21 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 02 14 278 1859300 pasar-saham-asia-menguat-menanti-data-inflasi-amerika-dvdMVnB0Ix.jpg Ilustrasi Indeks Asia. (Foto: Reuters)

SYDNEY - Pasar saham Asia kembali menguat, di tengah perdagangan yang bergejolak, seiring investor menanti rilis data inflasi Amerika Serikat (AS), yang dapat memicu kekhawatiran kenaikan suku bunga yang lebih cepat dan membuat volatilitas global lainnya.

Indeks terluas MSCI di Asia Pasifik, di luar Jepang, naik 0,2%. Indeks Nikkei Jepang melambung 0,4% menjadi 21,327, setelah ditutup pada level terendah empat bulanan. Saat ini, ada banyak fokus yang menggerakkan indeks bergerak di level 21.031, karena break di sana akan membunyikan lonceng alarm bearish.

Data menunjukkan ekonomi Jepang tumbuh sedikit lebih lambat dari perkiraan kuartal lalu, namun masih berhasil melakukan ekspansi terpanjang sejak 1989.

Di Wall Street, indeks Dow naik 0,16%, sementara indeks S&P 500 naik 0,26%, dan indeks Nasdaq naik 0,45%. Indeks bergerak tentatif, dengan investor terserang oleh volatilitas.

Dana yang berada di kas, dan keluar dari ekuitas, mengurangi alokasi saham net 43% overweight, dari 55%, penurunan satu bulan terbesar dalam dua tahun.

Sebagian besar sentimen bergantung dari yang ditunjukkan laporan harga konsumen AS untuk Januari, mengingat ini adalah risiko percepatan inflasi yang memicu kemunduran global di tempat pertama. Inflasi harga konsumen utama diperkirakan akan melambat menjadi 1,9% per tahun, dengan inflasi inti sebesar 1,7%.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini