Rencana Inovisi Infracom Melantai Kembali di Bursa Efek

Agregasi Rabu 14 Februari 2018 12:24 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 02 14 278 1859395 rencana-inovisi-infracom-melantai-kembali-di-bursa-efek-jBt37KyYEB.jpg Ilustrasi

JAKARTA – Geliat bisnis industri pasar modal seiring dengan pencapaian rekor baru indeks harga saham gabungan (IHSG) menjadi momentum tepat untuk melakukan penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) di tahun ini. Berangkat dari hal tersebut, PT Inovisi Infracom Tbk (INVS) ingin kembali menjadi perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Namun, otoritas bursa mengaku belum mendengar soal rencana ini.

”Kami belum mendapat kabar dari pihak Inovisi," kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Samsul Hidayat di Jakarta, kemarin.

Jadi, apabila memang ada rencana untuk kembali mencatatkan sahamnya atau relisting, rencana itu kemungkinan masih dalam ranah manajemen perusahaan dan pemegang saham. Dimas Anugrah, Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan Inovisi mengkonfirmasi hal tersebut. Menurutnya, proses relisting masih berada di internal perusahaan. Saat ini, Inovisi tengah memperbaiki bisnis sembari mempersiapkan dokumen permohonan untuk relisting. "Permohonan akan diajukan pada kuartal II tahun ini," imbuh Dimas.

Manajemen Inovisi berharap, relisting bisa dilaksanakan secepatnya setelah permohonan itu diajukan. Secara umum, ada dua skema relisting yang bisa dilakukan. Pertama, perusahaan yang ingin relisting bisa langsung mencatatkan sahamnya kembali dengan jumlah yang sama seperti saat menjadi perusahaan tercatat. Kedua, perusahaan bisa relisting dengan menambah jumlah saham publik. Sayang, Dimas enggan membeberkan skema mana yang akan dipilih dan jumlah saham yang akan relisting. "Sementara, hanya soal kapan rencana relisting yang baru bisa kami sampaikan,"kata Dimas.

Sebagai informasi, saat ini perusahaan tengah menyiapkan sejumlah proyek setidaknya untuk tahun 2018 hingga 2019. Sehingga, kinerja perusahaan bakal kembali terdongkrak. Dimas belum bersedia memerinci proyek apa yang akan diikuti perusahaan. Dirinya hanya memastikan, Inovisi tengah berupaya memenuhi persyaratan relisting. Beberapa penyesuaian juga dilakukan mengingat adanya beberapa perubahan kebijakan pemerintah.

Asal tahu saja, perusahaan jasa sistem infrastruktur itu mencatatkan saham perdana atau initial public offering (IPO) pada Juli 2009 silam. Kala itu, Inovisi melepas 320 juta saham atau setara dengan 34,78% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Harga pelaksanaannya saat itu Rp125 per saham. Seluruh dananya digunakan untuk ekspansi bisnis.

Sepanjang perjalanan Inovisi sebagai perusahaan tercatat, sahamnya sempat melambung hingga Rp2.575 per saham pada 28 Juni 2013, sebelum akhirnya Bursa Efek Indonesia (BEI) mensuspensi saham perusahaan. Beberapa waktu kemudian, saham Inovisi sempat terkapar hingga ke level Rp117. Bursa kembali menjatuhkan suspensi pada 13 Februari 2015. Suspensi dilakukan juga atas dasar penyajian laporan keuangan kuartal III-2014. Sejak saat itu, suspensi saham INVS tidak kunjung dibuka. Sehingga, BEI memutuskan untuk melakukan forced delisting saham INVS.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini