Kembangkan E-Commerce, Hartadinata Optimis Pendapatan Tumbuh 20% di Tahun Politik

Agregasi Rabu 14 Februari 2018 12:30 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 02 14 278 1859397 kembangkan-e-commerce-hartadinata-optimis-pendapatan-tumbuh-20-di-tahun-politik-YGHY6yxCvV.jpg Ilustrasi

JAKARTA - Masih tingginya minat masyarakat terhadap investasi emas, mendorong PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) untuk memasang target pertumbuhan lebih agresif. Apalagi komoditas emas masih menjadi primadona bagi masyarakat Indonesia di saat tahun politik bergulir.

“Peluang tersebut dimanfaatkan untuk meningkatkan produksi. Harapannya pertumbuhan produksi akan sejalan dengan pertumbuhan penjualan pada tahun ini,”kata Direktur Utama HRTA, Sandra Sunanto di Jakarta, kemarin.

Dirinya melihat peluang tersebut dan memanfaatkannya dengan menambah volume produksi sebanyak 15%-20% dan penambahan gerai toko emas di seluruh Indonesia. Dijelaskannya, target pertumbuhan penjualan juga dipasang di level yang sama, 15%-20%. Asal tahu saja saat ini kapasitas produksi maksimal perusahaan masih di level 30 ton emas per tahun. Namun, ia belum bersedia merinci utilisasi pada saat ini.

Salah satu katalis pertumbuhan perusahaan adalah penjualan emas secara online. Strategi ini adaptif dengan tren pasar yang semakin luas, oleh karena itu Sandra optimistis pertumbuhan tahun ini akan cukup baik. "Saat ini perseroan telah membuat penjualan emas secara online, tetapi penggunaannya masih ditujukan kepada wholesaler dan toko emas ritel," imbuhnya.

Guna meningkatkan penjualan emas, belum lama ini produsen dan penyedia perhiasan emas terintegrasi di Indonesia meluncurkan jaringan distribusi terbaru melaluie-commerce. E-commerce ini mampu memperpendek waktu perputaran permintaan dan penyediaan disain perhiasan emas yang merupakan faktor kunci dalam jual-beli perhiasan dari yang sebelumnya bisa lebih dari 7 hari, menjadi 1-2 hari. Platform ini ditujukan kepada whole seller dan retailer Hartadinata sehingga sifatnya masih business to business.

Hal ini merupakan realisasi dari strategi bisnis Hartadinata dimana sekitar 2% dari total dana IPO akan digunakan untuk membuat platform katalog digital untuk mempercepat pengiriman produk ke gerai retail dengan memberikan disain produk terbaru secarareal- time.

Kata Sandra, dalam skema distribusi konvensional, sebagian besar penjualan bergantung pada kemampuan wholesalerdalam membeli produk perusahaan dalam skala yang besar dan mendistribusikan kembali ke jaringan distribusi mereka sendiri.”Hal ini bisa memakan waktu dalam hitungan minggu untuk menjangkau konsumen akhir. Namun dengan e-commerce ini, gerai ritel dan pedagang grosiran bisa mendapatkan aksesreal-timeke platform e-commerce perusahaan yang menampilkan produk terbaru yang tersedia untukpre-order.Gerai retail juga bisa langsung meminta persediaan ulang dengan model terbaru, dengan pengiriman dalam hitungan hari,” jelasnya.

Di tahun ini, lanjut Sandra, menargetkan penjualan perhiasan tumbuh 25% dari tahun 2017. Hingga kuartal III 2017, pendapatan emiten berkode saham HRTA ini sebesar Rp 1,86 triliun, tumbuh 13,1% dibanding periode yang sama tahun lalu.“Target tahun ini memang lebih besar dari tahun ini, karena kami sudah bisa memanfaatkan dana IPO guna meningkatkan utilisasi produksi," ujarnya.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini