Image

Harga Emas Dunia Makin Mahal

ant, Jurnalis · Rabu 14 Februari 2018 07:13 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 02 14 320 1859279 harga-emas-dunia-makin-mahal-zgXFXb5Q4p.jpg Ilustrasi: (Foto: Reuters)

CHICAGO - Kontrak emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange ditutup menguat pada Selasa (Rabu pagi WIB). Harga emas makin meningkat sejalan dengan kurs dolar AS yang terus melemah.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April naik empat dolar AS atau 0,30%, menjadi menetap di USD1.330,40 per ounce.

Baca Juga: Harga Emas Antam Naik Rp2.000 Jadi Rp645.000

Indeks dolar AS, sebuah ukuran greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, turun 0,47% menjadi 89,69 pada pukul 17.42 GMT.

Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah. Jika dolar AS turun maka emas berjangka akan naik, karena logam mulia yang dibanderol dengan dolar AS menjadi lebih murah bagi investor yang menggunakan unit moneter lebih lemah.

Sementara itu, Dow Jones Industrial Average turun pada sesi pagi. Dow kehilangan 83,88 poin atau 0,34% pada pukul 17.52 GMT, menawarkan dukungan tambahan bagi emas.

Baca Juga: Harga Emas Antam Turun Lagi, Jadi Rp643.000

Namun demikian, saham-saham kemudian berbalik dari kerugian sebelumnya dan diperdagangkan di wilayah positif setelah emas berjangka ditutup.

Dalam perkembangan yang terkait, ketua Federal Reserve baru Jerome Powell mengatakan pada Selasa (13/2) bahwa bank sentral akan terus melanjutkan menaikkan suku bunga secara bertahap dan mengembalikan neraca keuangannya, dengan latar belakang pemulihan global yang kuat.

Baca Juga: Penguatan Dolar AS Menekan Harga Emas Berjangka

Beberapa pejabat Fed telah menyatakan bahwa penurunan pasar saham baru-baru ini tidak akan mempengaruhi perkiraan prospek ekonomi mereka, menandakan bahwa mereka akan terus menaikkan suku bunga tiga kali tahun ini, sama dengan 2017.

Sedangkan untuk logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret turun 4,2 sen atau 0,25%, menjadi menetap di USD16,528 per ounce. Platinum untuk penyerahan April naik USD2,90 atau 0,30%, menjadi ditutup pada USD975,70 per ounce.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini