Image

Dolar AS Melemah Dipicu Pernyataan Powell

ant, Jurnalis · Rabu 14 Februari 2018 07:38 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 02 14 320 1859285 dolar-as-melemah-dipicu-pernyataan-powell-TG2A6PokbJ.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

NEW YORK - Kurs dolar AS melemah terhadap mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB). Dolar melemah ketika ketua Federal Reserve AS Jerome Powell mengatakan bahwa bank sentral akan tetap mewaspadai risiko-risiko terhadap stabilitas keuangan setelah terjadi gejolak pasar baru-baru ini.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,56% menjadi 89,707 pada akhir perdagangan.

Baca Juga: Kurs Dolar AS Turun Usai Catat Kenaikan Tinggi

Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi USD1,2363 dari USD1,2285 pada sesi sebelumnya, dan poundsterling Inggris naik ke USD1,3886 dari USD1,3830 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia menguat menjadi USD0,7859 dari USD0,7845.

Dolar AS dibeli 107,68 yen Jepang, lebih rendah dari 108,68 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS merosot ke 0,9342 franc Swiss dari 0,9389 franc Swiss, dan dolar AS turun menjadi 1,2594 dolar Kanada dari 1.2603 dolar Kanada.

Baca Juga: Dolar AS Melemah Usai Kenaikan Berturut-turut dari Awal Pekan

"Kami akan tetap waspada terhadap setiap perkembangan risiko-risiko terhadap stabilitas keuangan," kata Powell.

Ini adalah pernyataan terbuka pertama yang Powell sejak dia menjabat sebagai kepala bank sentral seminggu yang lalu menggantikan Janet Yellen. Sejak saat itu, pasar saham AS telah memasuki jalan yang bergelombang, dengan indeks saham utama turun lebih dari 10%.

Baca Juga: Dolar AS Menguat Usai Bursa AS Dilanda Aksi Jual

Powell menekankan bahwa Fed akan mempertahankan keuntungan-keuntungan penting dalam peraturan keuangan sambil berusaha memastikan bahwa kebijakan seefisien mungkin. Dia juga menegaskan bahwa bank sentral akan terus secara bertahap menaikkan suku bunga dan mengembalikan neraca keuangannya, dengan latar belakang pemulihan global yang kuat.

Para analis mengatakan bahwa ucapan Powell membantu menenangkan investor yang gugup dan membuat dolar AS kurang menarik.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini