Image

Uber Pangkas Kerugian Jadi USD1,1 Miliar

Inews, Jurnalis · Rabu 14 Februari 2018 11:56 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 02 14 320 1859372 uber-pangkas-kerugian-jadi-usd1-1-miliar-uGWNDjtMuA.jpg Ilustrasi: (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Uber telah mengalami tahun yang buruk, berjuang melawan tuntutan hukum, tuduhan diskriminasi seks, dan kepergian banyak eksekutif puncaknya. Namun di balik layar bisnisnya telah perlahan membaik.

Mengutip Business Insider, Rabu (14/2/2018), startup transportasi tersebut mempersempit kerugian kuartal keempat 2017 menjadi USD1,1 miliar dari kerugian USD1,46 miliar pada kuartal sebelumnya, orang yang mengetahui masalah tersebut mengatakan kepada Reuters.

Baca Juga: Pendiri Uber Jual 29% Saham ke SoftBank

Sementara itu, pendapatan triwulanan perusahaan naik 11,8% menjadi USD2,2 miliar dari kuartal sebelumnya, kata sumber Reuters. Menurut Bloomberg, angka tersebut naik 61% dibanding 2016.

Uber telah mengumpulkan lebih dari USD14 miliar dana segar. Bulan lalu, Uber mencapai kesepakatan dengan SoftBank di mana korporasi asal Jepang itu, bersama dengan investor lainnya, mengambil sekitar 17,5% saham di perusahaan tersebut.

Baca Juga: Potensi Pasar yang Besar, Indonesia Penting Bagi Uber

Pemesanan kotor kuartalan Uber berbasis di Silicon Valley naik 14% menjadi USD11,1 miliar dari kuartal ketiga, kata sumber tersebut kepada Reuters.

Perusahaan sebelumnya melaporkan kerugian bersih kuartal ketiga sebesar USD1,46 miliar terhadap pendapatan bersih sebesar USD2 miliar. Uber memiliki pemesanan kotor sebesar USD9,7 miliar pada kuartal sebelumnya.

Baca Juga: Curhat Mantan Pegawai Akhiri Kiprah Travis Kalanick di Uber

Capaian yang meningkat itu datang saat Uber mencoba untuk melewati sebuah rangkaian peristiwa yang buruk. Perusahaan tersebut telah diliputi oleh serangkaian skandal, yang dipicu oleh tuduhan diskriminasi seks di perusahaan tersebut oleh mantan insinyur Uber Susan Fowler, dan memuncak dengan kepergian pimpinan eksekutif Travis Kalanick.

Pekan lalu, Uber setuju untuk membayar senilai USD245 juta dari sahamnya sendiri ke perusahaan mobil milik adik perempuan Google Waymo untuk menyelesaikan perselisihan hukum mengenai rahasia dagang, yang memungkinkan CEO Uber untuk melewati salah satu kontroversi di publik terhadap perusahaan.

(Ranto Rajagukguk)

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini