Temui Driver Online yang Demo, Menhub Ajak Menteri Lain

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 14 Februari 2018 13:53 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 02 14 320 1859448 temui-driver-online-yang-demo-menhub-ajak-menteri-lain-YLViIdZGb9.jpg Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Sejumlah pengemudi taksi online dikabarkan bakal kembali melakukan unjuk rasa didepan Kantor Kementerian Perhubungan. Tujuannya, adalah untuk menentang aturan taksi online yang tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 108 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek.

Menteri Perhubugan Budi Karya Sumadi mengatakan, pihaknya mengaku prihatin dengan rencana aksi yang akan dilakukan oleh para Driver Online. Padahal, lanjut dia, dirinya sudah mengajak para driver untuk bertemu guna menyelesaikan dan mendengar aspirasi dari para driver.

"Ya saya prihatin, tapi berusaha memahami apa yang mereka pikirkan, sejak kemarin saya juga mengajak ketemu mereka, sebenernya masalahnya apa," ujarnya saat ditemui di Rafless Hotel, Jakarta, Rabu (14/2/2018).

Menurut Budi, apa yang ada dalam aturan PM 108 itu sudah jelas. Adalah sebagai upaya pemerintah untuk mengawal aspek safety dalam penyelenggaraan angkutan taksi online yang itu merupakan hak konsumen.

Baca Juga: Dashboard Pemantau Taksi Online Diserahkan ke Kemenhub Hari Ini

"Tapi yang saya dengar, yang akan dia masalahkan itu, mereka itu banyak yang kena suspen gitu. Jadi, bagaimana kita minta supaya perusahaan aplikasi juga care tentang masalah-masalah mereka," ucapnya.

Lebih lanjut, Budi menuturkan pihaknya belum bisa memastikan operasi simpatik atau uji pelaksanaan PM 108 yang digelar sampai 15 Februari 2018 akan diperpanjang atau tidak. Dirinya juga masih membuka diri untuk berdiskusi dengan para driver online yang menolak.

"Saya memang belum tahu (diperpanjang atau tidak), kalau memang jadi demo kita membuka diri untuk diskusi. Diskusi-nya kan tidak dengan saya saja, mungkin dengan menteri yang lain," jelasnya.

Baca juga: Menhub Larang Taksi Online Rekrut Sopir Baru

Sebagai informasi, Pemerintah melalui Kementerian Pehubungan telah menetapkan aturan Taxi Online melalui Permenhub 108 tentang kendaraan tidak dalam trayek. Adapun aturan tersebut mengatur mengenai berbagai poin dari mulai KIR, SIM A Umum hingga Kuota.

Namun hal tersebut mendapatkan penolakan dari beberapa driver online. Para driver menilai aturan tersebut tidak berpihak dan cenderung menyukitkan para driver online.

Sebelumnya, Budi Karya mengusulkan agar Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk membuat suatu aturan tentang angkutan sewa khusus yang bertujuan untuk melindungi pengemudi angkutan sewa khusus.

Hal itu dinyatakan Menhub usai mengadakan pertemuan dengan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara dengan pembahasan angkutan sewa khusus di Jakarta.

Dia mengatakan, ada dua skema yang mungkin dijadikan payung hukum ini. Pertama berupa aturan bersifat umum yang menaungi seluruh aplikasi bukan hanya aplikasi transportasi daring, sedangkan kedua adalah aturan yang khusus menjadi payung hukum aplikasi angkutan sewa khusus.

Menhub menegaskan bahwa Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 108 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek tetap berjalan pada 1 Februari 2018.

Terkait penegakan hukum, dia mengatakan akan diberlakukan tindakan simpatik selama kurang lebib dua bulan, baru setelahnya apabila ada pelanggaran yang dilakukan oleh taksi daring, maka sanksi sesuai dengan PM 108/2017.

Dia menilai peraturan menteri tersebut sudah mengakomodasi kesetaraan antara taksi resmi dan taksi daring.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini