nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Investasi Asing di Jabar Tembus Rp66 Triliun

Koran SINDO, Jurnalis · Rabu 14 Februari 2018 14:35 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 02 14 320 1859475 investasi-asing-di-jabar-tembus-rp66-triliun-37uax2q9Nc.jpg Ilustrasi: (Foto: Shutterstock)

BANDUNG – Selama periode 2017 penanaman modal asing (PMA) di Jawa Barat mencapai USD5,14 miliar atau sekitar Rp66,8 triliun. Realisasi investasi itu menjadi yang terbesar di Indonesia.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Jawa Barat Dadang Mohamad mengatakan, realisasi investasi di Jawa Barat tahun lalu menduduki urutan pertama untuk investasi asing dan urutan ketiga untuk realisasi investasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) 2017. Menurut Dadang, investasi terbesar berasal dari Jepang senilai USD1,92 miliar, sedangkan realisasi investasi PMDN mencapai Rp38,39 miliar.

Baca Juga: RI dan Inggris Tingkatkan Kerjasama Investasi di Sektor Industri

”Secara umum investasi di Jabar tumbuh. Pertumbuhannya didukung oleh peningkatan laju per tumbuhan PMDN, sementara pertumbuhan PMA mengalami sedikit perlambatan,” kata Dadang pada High Level Meeting (HLM) di Gedung Sate, Kota Bandung, kemarin. Dia mengakui, peningkatan laju pertumbuhan PMDN didorong investasi pada industri makanan, kertas, dan percetakan, serta sektor pergudangan dan komunikasi.

Baca Juga: Sri Mulyani Racik Strategi agar Investasi di RI Meroket

Namun, dari sisi lokasi, pangsa PMA terbesar disalurkan ke wilayah yang merupakan basis industri seperti Kabupaten Bekasi, Karawang, Cirebon, Kabupaten Bogor, dan Kota Bekasi. Sedangkan pangsa PMDN terbesar tersebar ke Karawang, Kabupaten Bekasi, Kota Bogor, Sumedang, dan Majalengka.

Sementara itu, Forum West Java Incorporated (WJI) 2018 mengusulkan peningkatan kapasitas infrastruktur pendukung pariwisata melalui kegiatan investasi untuk mendorong perekonomian Jawa Barat.

Baca Juga: China Mulai Lirik Investasi Budidaya Mutiara di NTT

Kepala Kantor Bank Indonesia (BI) Jabar Wiwiek Sisto Widayat mengatakan, sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo untuk meningkatkan kapasitas pariwisata, pihaknya mengusulkan perbaikan infrastruktur pendukung pariwisata agar sektor ini bisa berkembang.

Pengembangan sektor tersebut bisa dilakukan melalui penguatan investasi dengan merangkul investor pada sektor pariwisata. Meski demikian, untuk sektor tersebut, masih banyak tantangan yang mesti dihadapi. ”Pertama adalah belum optimalnya kerja sama sister province/sister city yang dimiliki Jawa Barat.

Selain itu, sebagian besar peluang investasi ditingkat kota/kabupaten juga belum dilengkapi dengan feasibility study sehingga tidak dapat di kategorikan sebagai clean and clear projects,” kata Wiwiek. Di sisi lain, terdapat perbedaan implementasi perizinan terpadu satu pintu dan 3-Hours Investment Licensing Service pada tingkat provinsi dengan tingkat kota/kabupaten.

Kondisi itu menjadi penghambat pada realisasi investasi di Jawa Barat. Wiwiek Sisto Widayat pun memaparkan kondisi perekonomian Jawa Barat. Laju pertumbuhan ekonomi (LPE) Jawa Barat meningkat dari 5,20% (yoy) pada triwulan III 2017 menjadi 5,32% (yoy) pada triwulan IV 2017. LPE Jawa Barat pada triwulan IV 2017 ini kembali mengungguli nasional yang tumbuh 5,19%.

“Meningkatnya pertumbuhan ekonomi Jawa Barat pada triwulan IV dibanding triwulan sebelumnya. Lebih banyak didorong oleh konsumsi rumah tangga seiring dengan berlangsungnya momen libur akhir tahun serta investasi,”imbuh dia.

(Arif Budianto)

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini