Image

Kasus Pelecehan Seksual di Taksi Online, Menhub Soroti Proses Rekrutmen Driver

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 14 Februari 2018 14:48 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 02 14 320 1859481 kasus-pelecehan-seksual-di-taksi-online-menhub-soroti-proses-rekrutmen-driver-v1RvjNr0kS.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Belakangan kejadian pelecehan seksual yang dilakukan oleh pengemudi taksi online mulai banyak terjadi. Yang terakhir adalah kejadian pelecehan seksual yang dilakukan oleh salah satu driver online Go-Car saat hendak membawa penumpang ke Bandara Soekarno Hatta, Tangerang.

Kejadian tersebut mendapatkan reaksi dan komentar tajam dari seluruh elemen masyarakat. Tak terkecuali oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Menurutnya, kejadian tersebut terjadi dikarenakan ada yang salah pada proses recruitment driver yang dilakukan oleh perusahaan transportasi online. Pasalnya selama ini recruitment yang dilakukan oleh perusahaan transportasi online tidak bertemu secara langsung dengan pihak perusahaan.

"Proses recruitmentnya itu tidak dilakukan secara baik. Bagaimana mungkin seorang berprofesi sebagai orang yang melayani banyak orang tidak tau, apa peraturannya, segala macam," ujarnya di Hotel Rafless, Jakarta, Rabu (14/2/2018).

Menurut Budi, setidaknya proses recruitment, harus ada tatap muka dan mengenal lebih jauh siapa calon pengemudi tersebut. Hal tersebut bertujuan untuk mencegah hal hal yang tidak diinginkan yang dilakukan oleh oknum driver online.

"Jadi ini, saya juga prihatin, tapi saya yakin ini juga oknum. Karena, saya tetap konsisten menyampaikan, taksi online adalah satu keniscayaan. Kita harus bersama-sama mengawal itu supaya online itu memang juga bertanggung jawab," ucapnya.

Oleh karena itu lanjut Budi, pemerintah juga hadir melalui Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) 108 tentang angkutan tidak dalam trayek. Hal tersebut adalah untuk memastikan keamanan dan kenyamanan penumpang bisa terjamin dari hal hal yang tidak diinginkan.

Sebagi contohnya adalah diwajibkan untuk membuat SIM A Umum. Melalui pembuatan SIM A umum, driver bisa diketahui indentitasnya oleh pihak kepolisian.

"Sebenernya apa yang kita lakukan dengan membuat SIM umum itu kan bagian dari itu kan. Dengan dia mendapatkan sim umum dia minta sim umum juga, polisi kan melihat ini, dia ini pantas enggak," jelasnya.

Di sisi lain, Budi juga mengaku telah bertemu dengan Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara. Adapun masuk pertemuan tersebut adalah membuat prosedur yang baik soal aplikasi maupun pemantauan.

"Kominfo akan membuat dua hal. Satu, akan membuat suatu prosedur tentang aplikasi, kedua akan buat dashboard. Itu harapan yang dilakukan," ucapnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini