nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemerintah Pakai Satelit Tingkatkan Akurasi Data Panen

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 14 Februari 2018 16:24 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 02 14 320 1859551 pemerintah-pakai-satelit-tingkatkan-akurasi-data-panen-kFKv6kkfZU.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah tengah mendorong penyerapan gabah bisa secara maksimal. Hal ini untuk menjaga ketersediaan pangan dalam negeri bisa memadai.

Koordinasi pun dilakukan Menteri Koordinasi Bidang Perekonomian Darmin Nasution dengan Badan Informasi Geospasial (BIG) dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), guna megembangkan teknologi sataelit yang bisa mendorong serapan gabah.

Deputi Bidang Informasi Geospasial Tematik BIG Nurwadjedi mengatakan, saat ini pemerintah tengah membahas program penggunaan satelit penginderaan lahan sawah, sehingga, nantinya dapat memperhitungkan waktu panen dan jumlah produksi gabah. Dengan demikian, Perum Bulog yang ditugaskan untuk melakukan serapan gabah dapat bekerja lebih mudah.

"Jadi kita ingin dapatkan supaya bisa prediksi kapan panen rayanya dan kemudian berapa luasan produksinya. Jadi kita bergerak cepat mudah-mudahan kita bisa segera perkirakan data, kapan panen raya akan terjadi di lumbung beras nasional," ujar dia di Kantor Kemenko Bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu (14/2/2018)

Baca juga: Rapat ke Kantor Gunakan Helikopter, Menteri Amran: Habis Pantau Apa Benar Ada Panen

Dia menjelaskan, nantinya akan digunakan satelit milik Lapan. Di mana sistem yang dibangun oleh BIG dan Lapan ini memiliki tingkat akurasi data sekitar 85%. Sehingga hasil pemantauannya dapat diberikan pada Perum Bulog untuk dapat segera melakukan serapan gabah petani.

"Jadi dari data satelit itu pake data modis dan dikombinasikan, kita nanti bisa memprediksi. Ini supaya data pangan ada kepastian dan tidak beda-beda, dengan teknologi yang bisa dipertanggungjawabkan," ungkapnya.

Nurwadjedi juga mengatakan, sistem ini menyempurnakan citra satelit yang saat ini digunakan Kementerian Pertanian. Di mana, sistem satelit baru ini bisa memperbaharui informasi setiap dua hari sekali.

"Kalau data modis 2 hari sekali. Kalau pake (Citra) Landsat kan bagus resolusi lebih gede, tapi kan 16 hari sekali. Nah ini apalagi 2 hari sekali," ujarnya.

 Baca juga: Pakai Celana Jeans dan Sepatu Olahraga, Rini Panen Raya di Indramayu

Dia menyatakan, dalam tahap awal ini, ditargetkan sistem dapat berjalan di akhir Februari. Ini dimulai dari beberapa daerah terlebih dahulu.

"Kita bertahap, kita prioritaskan untuk di Sumatera Selatan, Jawa, Bali, Sulawesi Tengah. Tinggal tiga provinsi lagi mudah-mudahan menyusul," sebutnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini