Image

Investasi Perusahaan Pelabuhan Belanda di Kuala Tanjung Tergantung Uji Kelayakan

Feby Novalius, Jurnalis · Rabu 14 Februari 2018 18:06 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 02 14 320 1859620 investasi-perusahaan-pelabuhan-belanda-di-kuala-tanjung-tergantung-uji-kelayakan-Ji0J65csSm.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman usai menggelar pertemuan langsung dengan perusahaan Belanda, Port of Rotterdam Authority, yang sebelumnya melirik proyek pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung Tahap II.

Hasilnya belum ada minat investasi dari perusahaan asal Belanda ini. Pasalnya, masih menunggu studi kelayakan (feasible study/FS) proyek Kuala Tanjung Tahap II.

Direktur Kepelabuhanan Direktorat Jenderal Chandra Irawan menerangkan, progres pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung masih meriview FS yang sudah dikerjakan sebelumnya. Selain itu ada juga FS yang sedang dibuat oleh Pelindo I (operator Pelabuhan Kuala Tanjung).

"Pelindo juga kerjasama dengan PT SMI, sudah membuat hasil 6 skenario (pembangunan) cuma dari 6 ada 1 yang memungkinkan akan dibahas lagi. Sekarang yang dibahas skenario yang macem-macem, financing dari Pelindo, Pemerintah, ada yang dapat bantuan, harus dengan multilatteral," tuturnya usai rapat di Kantor Maritim, Gedung BPPT, Jakarta, Rabu (13/2/2018).

Menurutnya, hasil riview FS tersebut akan menentukan seperti apa investasi Port of Rotterdam di Pelabuhan Kuala Tanjung. Hasil tersebut akan keluar dalam 3 minggu.

"Tergantung hasil FS tadi," tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Perencanaan dan Pengembangan Pelindo I Iman AS mengatakan, proyek besar tentu harus membuat uji kelayakan lebih dahulu, seperti apa proyeknya, layout, kerjasama, financing. Proses pengerjaan FS ini yang belum final.

"Kita sama Port of Rotterdam (buat FS). Ya kan namana FS, nanti dari FS seperti apa baru kami menginjak ke tahap apa. Setelah FS ada Final Desain, Final Dicision Investmen. Suatu projek kan mata rantai banyak. Jadi jangan ujug-ujug lihat proyek bangun," tuturnya.

FS, katanya, sangat menentukan pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung Tahap II, termasuk seberapa besar nilai investasi Port Of Rotterdam.

"NIlai investasi masih dihitung, oh ini masih bisa dioptimasi. Di FS masi berjalan, kita gak bisa sekian," ujarnya.

Dia memproyeksikan, FS akan selesai pada pertengahan tahun ini. Kemudian setelah izin didapat, maka proses lelang untuk memasuki masa kontruksi bisa dimulai.

"2019 kontruksi Insya Allah. Pembangunan kira-kira tiga tahunan, kalau FS masih berproses sekira pertengahan tahun," ujarnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini