Image

Indonesia Terancam Fase Aging Population pada 2045, Rasionya Bisa 52,3%

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis · Rabu 14 Februari 2018 18:08 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 02 14 320 1859622 indonesia-terancam-fase-aging-population-pada-2045-rasionya-bisa-52-3-vKjMARZHMb.jpg (Foto: Lidya/Okezone)

JAKARTA - Sensus Penduduk akan kembali dilakukan untuk ketujuh kalinya pada 2020 oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Sensus ini penting dilakukan untuk menyusun perencanaan pembangunan nasional dan pengambilan kebijakan oleh Pemerintah untuk Indonesia lebih maju di masa depan.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan, untuk jangka panjang banyak yang akan dilakukan Indonesia, bahkan dia ingin Indonesia bisa keluar dari jebakan negara berkembang (middle income trap).

Bahkan, di kemerdekaan Indonesia ke-100 tahun pada 2045 nanti diharapkan Indonesia sudah bisa menjadi negara maju. Baik dari sisi manusia dan perkembangannya.

"Kita ingin Indonesia di 2045 menjadi negara yang berdaulat, maju, adil dan makmur, manusianya unggul, berbudaya dan menguasai iptek, ekonomi sudah maju, dan sustainable dan secara politik sudah menjadi negara yang makin demokratis, kuat dan bersih," ungkapnya di Gedung BPS, Rabu (14/2/2018).

Baca juga: RI Bisa Keluar dari Jebakan Negara Berkembang Berkat Usia Penduduk Produktif

Bambang menjelaskan, tentunya untuk mencapai 2045, Indonesia harus tahu berapa masyarakat yang akan berkontribusi terhadap ekonomi Indonesia. Oleh karenanya sensus penduduk yang dilakukan hanya 10 tahun sekali sangat penting dilakukan. Bahkan dengan begitu jumlah penduduk di 2045 bisa diprediksi oleh pemerintah.

"Pada 100 tahun kemerdekaan jumlah penduduk diperkirakan 321 juta, Total Fertility Rate (TFR) diperkirakan 2,1, usia harapan hidup 73 tahun dan semakin baik, jumlah lansia naik pesat dari 22 juta menjadi 62 juta," ungkapnya.

Menurutnya, di 2045 kemungkinan Indonesia akan memasuki masa aging population karena usia lanjut meningkat cukup pesat dengan dependensi ratio 52,3%. Selain itu, masyarakat juga akan lebih banyak tinggal di perkotaan dengan tingkat urbanisasi sudah 67%.

"Jadi majority, hampir 2/3 penduduk Indonesia tinggal di perkotaan, dan wilayah Indonesia semakin organize. Perkiraan lainnya, 2 juta-3 juta penduduk muda akan melakukan migrasi internasional mencari kerja di luar negeri, dan kita berharap siapapun yang mencari kerja di luar negeri adalah yang terampil dan dibutuhkan karena keahilan dan keterampilan," paparnya.

Baca juga: Mobilitas Masyarakat Tinggi, BPS Gunakan Teknologi Canggih Sensus Penduduk 2020

Namun, aging population bisa dicegah jika Indonesia bisa memperpanjang bonus demografinya. Untuk memperpanjang ini maka harus dilakukan dengan dua hal yakni menjaga tingkat kesuburan (total infertility rate/TFR) di angka 2,1% secara nasional dan juga menurunkan tingkat kematian bayi (infant mortality rate) secara signifikan di angka 3%.

"Kalau dua hal ini bisa dilakukan maka bonus demografi bisa sedikit diperpanjang," tukasnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini