Image

RI-Australia Percepat Dokumen Ekspor, dari 15 Hari Jadi 1 Menit

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Rabu 14 Februari 2018 19:08 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 02 14 320 1859653 ri-australia-percepat-dokumen-ekspor-dari-15-hari-jadi-1-menit-KZqF6Ao0jq.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah Indonesia dan Australia menandatangani Implementing Arrangement for the exchange of electronic certification (e-Cert) hari ini di Melbourne, Australia.

Dengan telah ditandatanganinya e-Cert oleh Indonesia dan Australia ini, ke depan akses pasar komoditas pertanian dapat dipercepat melalui jaminan keaslian serta keakuratan sertifikat sanitari dan phitosanitari yang menyertai komoditas pertanian yang diperdagangkan oleh kedua belah pihak.

“Pertukaran e-Cert Indonesia-Australia ini akan pangkas waktu proses pengiriman dokumen sertifikat. Sebelumnya perlu 5 hari bahkan 15 hari, kini bisa kurang dari 1 menit," kata Kepala Badan Karantina Pertanian Banun Harpini dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Rabu (14/2/2018).

 Baca juga: Ekspor Wajib Gunakan Kapal Lokal, Menhub: Kalau Tak Sepakat Kita Bicara

Dokumen sertifikat yang sampai ke petugas karantina di border selanjutnya dianalisis lebih lanjut sebelum komoditas pertanian ekspor tersebut sampai di masing-masing negara.

Banun yang bertindak selaku co-chair Pertemuan Bilateral Working Group on Agriculture, Food and Forestry Cooperation (WGAFFC) ke-21 antara Indonesia dan Australia.

 

Pertemuan tahunan kerjasama Indonesia dan Australian untuk membahas kerja sama seputar pertanian, pangan dan kehutanan. Pihak Australia diwakili oleh Louise Van Meurs dari Departement of Agriculture and Water Resources Australia.

  Baca juga: Mendag Minta Bantuan Dubes Tingkatkan Ekspor RI

Selain itu juga, e-Cert dapat mempercapat proses di border clereance di pelabuhan sehingga komoditas pertanian yang mayoritas adalah komoditi mudah rusak (perishable goods) dapat segera di release.

Proses pertukaran e-Cert Indonesia dan Australia telah disetujui pada pertemuan WGAFFC ke-19 di tahun 2016 yang lalu. Dan setelah melalui proses harmonisasi serta uji coba kedua sistem yang diterapkan oleh masing-masing negara, maka pada pertemuan WGAFFC ke-21 tahun 2018 ini dapat dilakukan lauching pertukaran eCert kedua belah pihak.

 Baca juga: Jokowi: Jangan Pandang Negara Potensial Ekspor Sebelah Mata

Banun memastikan, sejak hari ini, pengiriman komoditas pertanian baik dari Indonesia maupun Australia sudah dapat diidentifikasi sebelum komoditas tersebut masuk ke Indonesia maupun Australia.

Pertukaran saat ini khusus untuk eCert phitosanitari atau tumbuhan, dan dalam waktu dekat Banun Harpini menyatakan pihaknya segera kembangkan pertukaran eCert komoditas lainnya seperti hewan dan produk hewan.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini