Image

Menhub Yakin Hunian TOD Mampu Atasi Kemacetan

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 14 Februari 2018 12:49 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 02 14 470 1859408 menhub-yakin-hunian-tod-mampu-atasi-kemacetan-VIDk0QcJ0C.jpg Hunian TOD. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah menargetkan jumlah pengguna angkutan umum di Jabodetabek pada tahun 2029 bisa mencapai 60%. Hal tersebut dikatakan langsung oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat membuka acara Infrastruktur-Led Large Scale Development di Hotel Rafless, Jakarta.

Menurutnya, target tersebut bukannya optimisme berlebihan karena jumlah pengguna transportasi umum yang terus meningkat setiap harinya. Peningkatan jumlah pengguna transportasi umum tidak terlepas dari pembangunan infrastruktur transportasi yang begitu masif.

Sebut saja seperti pembangunan transportasi berbasis rel yakni Mass Rapid Transit (MRT), Light Rail Transportation (LRT) di wilayah Jabodetabek. Belum lagi, pemerintah juga melakukan perbaikan pada pelayanan transportasi yang sudah ada menjadi lebih nyaman.

"Pengembangan infrastruktur utama dikombinasikan dengan peningkatan sistem yang ada (memperbaiki kereta komuter, busway dan bus reguler) saya yakin pengguna angkutan umum akan meningkat sehingga menjadi target kami. untuk mencapai 60% pangsa angkutan umum dalam indikator kinerja utama 2029 akan dapat dicapai," ujarnya di Hotel Rafless, Jakarta, Rabu (14/2/2018).

Baca juga: Atasi Macet, TOD Dekatkan Hunian Masyarakat dengan Transportasi Massal

Selain itu, lanjut Menhub, meningkatnya pengguna transportasi massal juga tidak terlepas dari pembangunan hunian berkonsep Transit Oriented Development. Pasalnya, hunian dengan konsep TOD tersebut merupakan hunian yang letaknya sangat dekat dengan transportasi umum disekitarnya.

"Saya yakin dengan mengembangkan TOD, masalah transportasi terutama kemacetan lalu lintas akan berkurang seiring dengan berkurangnya penggunaan mobil sendiri. Orang yang tinggal di daerah TOD cenderung menggunakan angkutan umum karena akan lebih nyaman," jelasnya.

Baca Juga: Hunian Transit Oriented Development Maksimalkan Kawasan Padat Properti

Hanya saja, pembangunan tersebut tidak akan dilaksanakan tanpa dukungan banyak pemangku kepentingan yang terlibat. Oleh karenanya, dia mengajak kepada semua stakeholder untuk terus memberi dukungan kepada Kemenhub dalam melaksanakan pengembangan transportasi yang akan memberi kenyamanan lebih kepada pengguna transportasi.

"Tantangannya dimulai dari tahap perencanaan hingga operasi. Konsep berkelanjutan dan komitmen kuat dari para pemangku kepentingan sangat dibutuhkan. Mekanisme yang adil dalam memilih operator TOD sangat penting agar partisipasi swasta lebih lanjut," ucapnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini