nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pengembang Swasta Ingin Ikut Terlibat dalam Hunian Berkonsep TOD

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 14 Februari 2018 20:13 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 02 14 470 1859704 pengembang-swasta-ingin-ikut-terlibat-dalam-hunian-berkonsep-tod-hTIVooauco.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Hunian berkonsep Transit Oriented Development menjadi trend tersendiri dalam waktu belakangan ini. Hal tersebut tidak terlepas pembangunan infrastruktur transportasi yang dilakukan oleh pemerintah.

Menariknya hunian berkonsep TOD ternyata membuat pengembang swasta juga ingin ambil bagian dalam kue besar berupa hunian terintegrasi dengan moda transportasi. Pasalnya saat ini pengembang Badan Usaha Milik Negara (BUMN) masih menguasai proyek TOD yang telah dijalankan pemerintah.

 Baca juga: Hunian Transit Oriented Development Maksimalkan Kawasan Padat Properti

Anggota Dewan Pertimbangan Real Estat Indonesia (REI) Pingki Elka Pangestu mengatakan dalam pembangunan hunian berkonsep TOD, ada baiknya pemerintah bersama dengan swasta melakukan sinergitas. Sehingga masing-masing pihak memiliki porsi perannya masing-masing.

"Peran Pemerintah yang jangka panjang, sedangkan sektor swasta lebih fleksibel. Tapi yang penting, (pengembangan TOD) itu adalah sinergi dari kedua atau semua pihak baik swasta dan pemerintah," ujarnya di dalam konfrensi pers yang diselenggarakan oleh International Urban Development Association (INTA) di Hotel Rafless, Jakarta, Rabu, (14/2/2018).

 Baca juga: Atasi Macet, TOD Dekatkan Hunian Masyarakat dengan Transportasi Massal

Menurut Pingki, yang paling penting adalah nilai tambah yang dihasilkan untuk masyarakat. Pembangunan TOD atau kawasan hunian yang terintegrasi diakuinya butuh waktu jangka panjang dan butuh dana yang besar.

"Jadi ini kuenya cukup besar dan semua kita harapkan masing-masing dengan kekuatan dan kelemahannya. semua itu bisa berperan dalam menghasilkan pemukiman yang jauh lebih baik, seperti untuk kota sebesar jakarta," ucapnya.

 Baca juga: Tak Tertarik Buat Hunian TOD, Jababeka Bidik Kawasan Pelosok Indonesia

Sementara itu, Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Lana Winayanti mengatakan, bahwa konsep TOD memang bukan hanya sekadar pembangunan perumahan di dekat stasiun. Melainkan, perencanaan pengembangan kawasan secara keseluruhan termasuk sarana penunjang daerah sebagai suatu permukiman.

"Itu yang harus dibahas juga peran dari pemerintah pusat, pemerintah daerah dan swasta. Masuk dimana ini dalam perencanaan yang luas itu.Kalau sekarang kelihatannya (TOD) lebih banyak ke transportasi kereta apinya dengan bangunan perumahannya, apartemennya. Padahal seharusnya itu, bisa dibahas lebih luas lagi," jelasnya.

Sementara itu Presiden Kehormatan INTA Budiarsa Sastrawinata mengatakan, pemerintah perlu memikirkan bagaimana menangkap nilai manfaat jangka panjang dari semua proyek infrastruktur untuk pengembangan TOD. Karena, proyek-proyek infrastruktur strategis akan menciptakan efek berganda mulai dari kota baru, kota berbasis LRT, Aero-Polis, kawasan wisata terpadu hingga program sejuta rumah.

"Ke depan harus ada kebijakan yang jelas mengenai tugas dan tanggung jawab pemerintah, swasta dan masyarakat dalam pembangunan ini, tidak mungkin hanya bergantung pada BUMN sendiri saja," ucapnya.

(rzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini