nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Neraca Perdagangan Defisit, Mendag: Itu karena Harga Migas Naik

Feby Novalius, Jurnalis · Kamis 15 Februari 2018 17:05 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 02 15 20 1860167 neraca-perdagangan-defisit-mendag-itu-karena-harga-migas-naik-VrDHC1yTiK.jpg Ilustrasi (Foto: ant)

JAKARTA - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita angkat bicara soal neraca perdagangan Indonesia sepanjang Januari 2018 mengalami defisit sebesar USD0,67 miliar. Menurutnya, hal tersebut karena kenaikan dari harga migas.

"Defisit total ya, tapi kalau kita lihat juga migas ya berkontribusi agak besar. Karena memang kenaikan harga migas itu sendiri sehingga nilai dari impor meningkat. Tapi secara tahunan kita masih terjadi kenaikan," ujarnya, di Kantor Bea Cukai, Jakarta, Kamis (15/2/2018).

Sebelumya, Kepala BPS Kecuk Suhariyanto mengatakanan, bila dilihat ekspor migas sepannjang Januari 2018 mencapai USD1.285 juta atau selisih USD859,5 juta bila dibandingkan impor yang dilakukan sebesar USD2.145 juta. Dari minyak mentah yang di ekspor hanya USD317,3 juta, sedangkan impornya USD573,6 juta.

"Minyak mentah ada defisit USD256,3 juta, hasil minyak juga defisit USD1.234 juta. Untuk Gas lebih baik dengan ekspor USD879 juta dan impor hanya USD248,2," tuturnya.

Sebetulnya dari sisi non migas, kita mengalami surplus USD182 juta. Hanya saja ini belum bisa menutupi defisi impor yang begitu besar.

"Belum lagi impor barang bahan baku, penolong dan bahan modal itu juga berpengaruhi selain defisit disebebkan migas," ujarnya.

Adapun nilai Impor pada Januari 2018 mencapai USD15,13 miliar atau naik 0,26% dibandingkan Desember 2017. Hal ini lebih tinggi lagi bila dibandingkan dengan Januari 2017 dengan kenaikan impor Januari 2018 sebesar 26,44%.

"Yang naik secara bulan impor non migas 3,65%, migas turun 16,8%. Kenaiakn impor tinggi sekali dibanginkan Januari 2017, terhadap Desember juga," tuturnya.

Kenaikan impor beregerak dari bulan ke bulan itu di atas kondisi Januari 2016 ke 2017 dengan masing-masing capaiannya USD10,47 miliar naik ke USD11,9 miliar dan sekarang naik lagi 15,13%.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini