nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BI Jaga Defisit Transaksi Berjalan di 2,5% meski Trennya Meningkat

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Kamis 15 Februari 2018 17:31 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 02 15 20 1860191 bi-jaga-defisit-transaksi-berjalan-di-2-5-meski-trennya-meningkat-xtfKTgF6Re.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Neraca Pembayaran Indonesia kembali surplus dengan defisit transaksi berjalan yang tetap terkendali. Surplus Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) triwulan IV 2017 didukung oleh surplus Transaksi Modal dan Finansial (TMF) yang cukup besar dan defisit transaksi berjalan (TB) yang terkendali.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo menyatakan, kinerja positif TMF terutama bersumber dari surplus investasi langsung dan investasi portofolio. Di sisi lain, defisit TB triwulan IV 2017 didorong oleh surplus neraca perdagangan barang yang menurun dan defisit neraca jasa yang meningkat.

"Dengan perkembangan tersebut, kinerja NPI untuk keseluruhan 2017 mencatat surplus USD11,6 miliar didukung oleh surplus TMF yang lebih besar dari tahun sebelumnya dan defisit transaksi berjalan yang menurun menjadi 1,7% dari PDB," ujar Agus di Jakarta, Kamis (15/2/2018).

 Baca juga:

Di Depan Pengusaha, Sri Mulyani Pamer Defisit Anggaran 2017 2,42%

Kemenkeu Jaga Defisit Tidak Lewati 2,67% hingga Akhir 2017

Sejalan dengan perkembangan tersebut, cadangan devisa Indonesia pada akhir Desember 2017 meningkat menjadi USD130,2 miliar. Pada Januari 2018 neraca perdagangan mencatat defisit sebesar USD0,68 miliar, namun disertai dengan aliran masuk modal asing yang cukup tinggi.

Posisi cadangan devisa kembali meningkat pada Januari 2018 menjadi USD132,0 miliar, tertinggi yang pernah dicapai Indonesia. Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 8,5 bulan impor atau 8,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

"Ke depan, defisit transaksi berjalan pada 2018 diperkirakan masih tetap terkendali dalam batas yang aman meskipun meningkat menjadi 2,0%-2,5% dari PDB, sejalan dengan membaiknya pertumbuhan ekonomi domestik," tukasnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini