Image

Pasar Saham Asia Menguat Buntuti Wall Street

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Kamis 15 Februari 2018 08:45 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 02 15 278 1859868 pasar-saham-asia-menguat-buntuti-wall-street-GjFoR0mLAM.jpg Ilustrasi Indeks Asia. (Foto: Reuters)

TOKYO - Pasar saham Asia menguat, setelah Wall Street mengabaikan data inflasi Amerika Serikat (AS) yang kuat. Sayangnya, penguatan Wall Street tersebut membuat dolar AS menyentuh posisi terendah dua mingguan, bahkan saat imbal hasil Treasury melonjak.

Indeks MSCI, indeks terbesar di Asia Pasifik di luar Jepang, naik 0,4%. Pasar saham Australia naik 0,8% dan KOSPI Korea Selatan menguat 0,1%, indeks Nikkei Jepang. N225 melonjak 1,1% menyusul kerugian tiga hari, yang membawanya ke level terendah empat bulanan di hari sebelumnya.

Wall Street melonjak, dengan indeks Dow .DJI naik 1% dan indeks S&P 500.SPX naik 1,34%, karena investor mengabaikan data inflasi yang lebih kuat dari perkiraan dan mengumpulkan saham Facebook, Amazon.com (AMZN.O ) dan Apple (AAPL.O).

Indeks harga konsumen AS naik lebih tinggi karena orang Amerika membayar lebih untuk bensin, akomodasi sewaan dan perawatan kesehatan. Kenaikan inflasi ini mendorong prospek kenaikan suku bunga The Federal Reserve.

Indeks dolar AS terhadap sekeranjang mata uang.DXY sedikit lebih rendah pada 88,980 setelah kehilangan lebih dari 0,6% semalam, meskipun tingkat inflasi kuat. Pemulihan sentimen risiko yang lebih luas terlihat membebani dolar, yang telah menguat selama gejolak pasar di awal bulan ini.

Mata uang dolar AS terpukul oleh berbagai kemunduran tahun ini, termasuk dari prospek Washington yang mungkin membuat dolar AS melemah. Kekhawatiran tentang defisit fiskal AS juga membebani greenback.

Dolar menambah kerugian terhadap yen Jepang, dan menyentuh level terendah 15 bulan di 106.420 JPY, setelah turun lebih dari 2% minggu ini, dan menyebabkan Nikkei melemah pada level global.

Di komoditas, harga minyak mentah AS CLc1 naik 0,35% pada USD60,82 per barel, setelah harga melonjak hari sebelumnya karena stok minyak mentah AS naik kurang dari yang diharapkan.

Namun, minyak mentah diuntungkan dari melemahnya dolar. Minyak cenderung bergerak terbalik terhadap dolar, dan juga akhir-akhir ini telah melakukan perdagangan bersama-sama dengan saham.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini