nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ratusan PRT Gelar Aksi Peras Baju di Kantor Menaker

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 15 Februari 2018 14:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 02 15 320 1859990 ratusan-prt-gelar-aksi-peras-baju-di-kantor-menaker-n8YifZ8src.jpg Demo PRT. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Sejumlah wanita Pekerja Rumah Tangga (PRT) menggelar aksi peras pakaian di depan Kantor Kementerian Ketengakerjaan, Jakarta. Dalam aksi tersebut diikuti oleh ratusan PRT yang tergabung dalam organisasi Jaringan Nasional Advokasi Pekerja Rumah Tangga (JALA PRT), LBH Jakarta, Ferderasi Buruh Lintas Pabrik (FBLP) dan Keluarga Besar Buruh Migran (Kabarbumi).

Dari pantauan Okezone di lokasi, aksi yang diikuti oleh ratusan PRT tersebut tetap berlangsung meskipun dibawah guyuran hujan. Aksi yang berlangsung selama satu jam tersebut, para pekerja rumah tangga memeras pakaian yang bertuliskan 'yang diperas pakaiannya bukan PRTnya'.

Pendamping hukum aksi Aprilia Tengker mengatakan aksi tersebut dilakukan dalam rangka memperingati hari Pekerja Rumah Tangga (PRT) Internasional yang jatuh tepat pada hari ini. Para PRT pun secara rutin melakukan aksi tersebut setiap tanggal 15 Februari.

"Ini kita lakukan dalam rangka memperingati hari PRT Internasional jadi kita gelar aksi ini setiap tahunya pada tanggal 15 Februari," ujarnya kepada Okezone, kamis (15/2/2018).

Lebih lanjut Prili mengatakan, melalui aksi ini juga para peserta membawa pesan untuk memperhatikan kesejahteraan pekerja rumah tangga. Karena selama ini banyak sekali PRT yang kesejahteraannya kurang layak.

Bahkan tak jarang juga para PRT mendapatkan perlakuan kurang baik dai majikannya selama bekerja. Oleh karena itu, para peserta aksi pada tahun ini membawa tema 'yang diperas pakaiannya bukan PRTnya'.

Sebagai salah satu contohnya,adalah ada beberapa PRT yabng mendapatkan upah kurang layak dari majikannya. PRT yang bekerja 8 jam setiap harinya hanya mendapatkan upah Rp1 juta setiap bulanya.

contoh lainya adalah ada beberapa juga tidank kekerasan dan kasus kriminilasi yang dilakukan oleh majikan kepada PRTnya. Padahal yang bersangkutan sama sekali tidak melakukan hal yang dituduhkan oleh majikannya. "Oleh karenanya tahun ini kita ingin menyampaikan yang diperas itu bajunya buka PRTnya maksudnya buka orangnya gitu," ucapnya

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini