Image

Anak Usaha Topang Kontrak Baru PTPP

Koran SINDO, Jurnalis · Kamis 15 Februari 2018 13:17 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 02 15 320 1859992 anak-usaha-topang-kontrak-baru-ptpp-u5mw5WcGha.jpg Ilustrasi: (Foto: Reuters)

JAKARTA - PT PP (Persero) Tbk (PTPP) sepanjang Januari 2018 berhasil memperoleh total kontrak baru senilai Rp2,3 triliun yang sebagian besar diperoleh melalui anak usahanya.

Direktur Utama PT PP Tumiyana mengatakan, dari perolehan kontrak baru senilai Rp2,3 triliun tersebut terdiri atas PTPP induk sebesar Rp929 miliar dan entitas-entitas anak usaha senilai Rp1,4 triliun.

Baca Juga: Garap Proyek Hunian di 3 Stasiun, Berapa Investasi PT PP ?

”Perolehan kontrak baru PTPP induk terdiri atas proyek struktur Gedung AEON Apartment Phase 2 sebesar Rp523 miliar dan proyek Infrastruktur Executive Port Merak sebesar Rp406 miliar,” kata Tumiyana, di Jakarta. Lebih lanjut dia menjelaskan, kontribusi terbesar kontrak baru di bulan Januari 2018 disumbangkan melalui anak usaha perseroan, yaitu PT PP Presisi Tbk (PPRE).

PP Presisi adalah entitas anak usaha yang bergerak sebagai kontraktor berbasis peralatan berat. Sepanjang Januari 2018, PPRE berhasil meraih kontrak baru sebesar Rp1 triliun, disusul oleh PT PP Properti Tbk (PPRO) sebesar Rp200 miliar, PT PP Urban sebesar Rp130 miliar, dan terakhir PT PP Energi sebesar Rp20 miliar. ”Dengan demikian, total kontrak yang dihadapi atau order book yang dicapai oleh PTPP per Januari 2018 sebesar Rp60,4 triliun yang terdiri atas kontrak baru sebesar Rp2,3 triliun dan kontrak carry over tahun 2017 sebesar Rp58,1 triliun,” ujarnya.

Baca Juga: Wih, Pengembang Ini Siap Bangun 11 Ribu Rumah Murah di 2017

Sebagai informasi, sepanjang tahun 2017, PTPP berhasil meraih kontrak baru sebesar Rp41 triliun yang terdiri atas kontrak reguler sebesar Rp38,8 triliun dan kontrak joint-operation (JO) sebesar Rp2,3 triliun. Menurut Tumiyana, untuk tahun 2018, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor konstruksi tersebut menargetkan kontrak baru sebesar Rp49 triliun atau 20% lebih tinggi dari perolehan kontrak baru yang diraih selama tahun 2017. ”Dengan target kontrak baru ini, PTPP akan memiliki total order book lebih dari Rp100 triliun yang akan menjadi basis yang kuat bagi pertumbuhan pendapatan dan laba bersih, tidak hanya untuk tahun 2018 namun juga untuk tahun-tahun berikutnya,” ujar Tumiyana.

Dihubungi terpisah, Direktur Investa Sarana Mandiri Hans Kwee menjelaskan, PT PP memiliki sejumlah agenda pembangunan sepanjang tahun ini seperti Aero City untuk area Bandara Kertajati, Jawa Barat, dan Bandara Kulonprogo, Yogyakarta. Bandara Kulonprogo ditargetkan rampung di kuartalII/2019denganinvestasi mencapai Rp6,5 triliun. ”Sementara Bandara Kertajati masih dalam tahap pembangunan yang ditargetkan beroperasi pada pertengahan 2018 hingga November 2017 progresnya telah mencapai 67,5%,” kata Hans.

(Heru Febrianto)

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini