Image

Musnahkan Barang Ilegal, Sri Mulyani: Penerimaan Negara Kita Naik 67%

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis · Kamis 15 Februari 2018 17:56 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 02 15 320 1860207 musnahkan-barang-ilegal-sri-mulyani-penerimaan-negara-kita-naik-67-2fzUKJKBjO.png Sumber Foto: Instagram

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) telah melakukan pemusnahan terbesar barang ilegal yang ditemukan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Dalam pemusnahan ini, Sri Mulyani juga ditemani oleh Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita, Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto, Menkominfo Rudiantara, Kapolri Tito Karnavian.

Adapun barang yang dimusnahkan seperti 142.519 botol minuman keras, 12.919.499 batang rokok, 1.008.624 keping pita cukai, 720 liter etil alkohol, dan 12.144 unit ponsel ilegal.

Baca juga: Naik Buldoser, Sri Mulyani Lindas Botol Miras hingga Ponsel Ilegal

Sri Mulyani mengatakan, sangat mengapresiasi dukungan dari semua lembaga dalam pemusnahan barang ilegal tersebut. Dengan dukungan ini Ditjen Bea dan Cukai mampu melaksanakan penegakan hukum barang impor beresiko.

"Kita ingin menjaga agar momentum ini terus dan mendapatkan komitmen dari para pimpinan lembaga tersebut, sehingga dengan demikian Bea Cukai dapat terus melaksanakan perintah Presiden untuk menjaga Kepabeanan Indonesia dari penyelundupan, meningkatan industri dalam negeri dan meningkatkan penerimaan negara," ungkap Sri Mulyani di Ditjen Bea dan Cukai, Kamis (15/2/2018).

Baca juga: iPhone dan Xiaomi, Merek HP Ilegal yang Paling Banyak Dimusnahkan

Sri Mulyani menyatakan, barang tangkapan tersebut berhasil didapatkan setelah terjadi kerjasama yang sangat baik dan konsisten antara kementerian dan lembaga (K/L) lebih dari 8 bulan. Bahkan dengan tangkapan ilegal ini penerimaan negara dari impor naik tajam.

"Penerimaan negara kita naik 67% dari setiap dokumen impor yang tadinya dari importir beresiko tinggi ini biasanya under valuation, sekarang mereka menjadi lebih correct dan industri dalam negeri meningkat lebih dari 30%. Ini adalah hal positif yang akan kita jaga," jelasnya.

Sri Mulyani menyebutkan bahkan saat ini pelaku usaha dan investor melihat niat dari pemerintah untuk pembasmian ini sehingga mulai meningkatkan investasinya. Karena selama ini banyak barang ilegal membuat pelaku usaha malas.

"Ini memberi sinyal pada pelaku dan investor bahwa kita akan tetap bersungguh-sungguh sehingga mereka mulai memikirkan untuk investasi. Seperti tadi samsung mereka yang tadinya akan dijanjikan untuk mendapatkan juga tax allowance dan kita sudah memenuhi plus dengan adanya tekanan dari penyelundupan, yang sekarang sudah mulai hilang dengan adanya penegakan hukum sehingga membuat keputusan investasi mereka jauh lebih positif dan kemudian diakibatkan dalam bentuk peningkatan investasi," jelasnya.

Baca juga: Hancurkan Barang Ilegal Rp53,2 Miliar, Sri Mulyani Sebut Pemusnahan Terbesar dalam Sejarah

Bahkan, dengan membasmi barang ilegal ini, produksi handphone lokal Indonesia meningkat. Tidak hanya itu, industri tekstil juga mulai mengalami pertumbuhan.

"Kita berharap untuk yang handphone menurut pak Menperin meningkat dari 5,7 juta menjadi 60 juta produksi lokal Indonesia dan produk tekstil juga mengalami peningkatan, juga barang-barang produksi seperti baut dan berbagai macam komponen dari automotif. Ini adalah suatu hasil yang positif," tukas dia.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini