Image

Dirjen Bea Cukai: Pajak dari Barang Impor Naik

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis · Kamis 15 Februari 2018 19:21 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 02 15 320 1860249 dirjen-bea-cukai-pajak-dari-barang-impor-naik-usxKMpnz5P.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah telah melakukan pemusnahan bersama atas barang-barang ilegal yang merugikan negara lebih dari Rp45 miliar. Pemusnahan ini juga terbesar sepanjang sejarah untuk barang tangkapan.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi mengatakan, ini bisa terlaksana berkat sinergi antara Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dengan Aparat Penegak Hukum dan K/L lainnya.

"Komitmen pemerintah untuk memberantas yang illegal itu, baik impor maupun cukai rokok sama minuman itu betul betul kita realisasi kan. Dampak lainnya selain penangkapan fisik juga adalah naiknya tax base atau pajak yang berasal dari impor juga cukai termasuk dalamnya bea masuk, cukai rokok dan minuman," ungkap Heru di Ditjen Bea dan Cukai, Kamis (15/2/2018).

 Baca juga: Ternyata Ponsel Ilegal Banyak Masuk dari Singapura

Heru mengatakan, barang yang dimusnahkan ini telah terkumpul sejak 6 bulan setelah deklarasi Program Penertiban Impor Berisiko Tinggi (PIBT) dan Program Penertiban Cukai Berisiko Tinggi (PCBT).

Barang yang ada berasal dari banyak negara yang masuk melalui perairan Indonesia yang kecil dan tidak dalam pengawasan.

"Untuk yang minuman kebanyakan asalnya transit di Singapura, kemudian masuknya melalui jalur tikus atau pelabuhan rakyat atau pelabuhan tikus," jelasnya.

 Baca juga: Naik Buldoser, Sri Mulyani Lindas Botol Miras hingga Ponsel Ilegal

Menurutnya, pelabuhan tikus ini diambil oleh pelaku karena pelabuhan utama telah diawasi dan diamankan oleh Bea dan Cukai. Namun sekarang bea cukai akan terus mengawasi bahkan pelabuhan terpelosok sekalipun.

"Dulu masuk pelabuhan utama, kemudian kita tertibkan d ipelabuhan utama, di daerah Pelabuhan Priok, Tanjung Emas. Kemudian Belawan sekarang mereka pindah dan menggunakan speed bisa sampai 10 knot. Tapi saya kira pemerintah tetap komitmen dan sinergis sehingga tetap aja kita bisa tangkap," jelasnya.

 Baca juga: iPhone dan Xiaomi, Merek HP Ilegal yang Paling Banyak Dimusnahkan

Seperti diketahui, beberapa hasil tangkapan yang telah dilakukan DJBC, antara lain ponsel ilegal dan minuman keras (miras) ilegal. Penangkapan ponsel ilegal kali ini dilakukan di beberapa lokasi yang tersebar di Jakarta, Depok, dan Tangerang. Sementara, penangkapan miras ilegal dilakukan di Indragiri Hilir, Riau.

"Itu 6 bulan sejak deklarasi itu. (Handphone). Nanti akan kita musnahkan, karena situasinya tidak mendukung, hujan jadi simbolis aja," tukasnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini