Obligasi SMF Rp2 Triliun Resmi Melantai di BEI

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 21 Februari 2018 09:55 WIB
https: img.okezone.com content 2018 02 21 278 1862447 obligasi-smf-rp2-triliun-resmi-melantai-di-bei-wSD8pMv0U1.jpg Foto: Obligasi SMF di BEI (Yohana/Okezone

JAKARTA - PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF menerbitkan Obligasi Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) IV tahap III Tahun 2018 senilai Rp2 triliun. Obligasi ini resmi dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Penerbitan obligasi ini merupakan bagian dari upaya SMF dalam menghimpun dana dengan target Rp12 triliun. Obligasi tersebut telah mendapatkan rating idAAA dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).

Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo mengatakan bahwa minat investor untuk berinvestasi pada surat utang SMF cukup tinggi. Hal tersebut terlihat dengan adanya kelebihan permintaan (oversubscribed).

”Final bookbuilding kami untuk Obligasi PUB IV tahap III tahun 2018 melebihi target yaitu mencapai Rp4 triliun namun yang bisa kami serap sebesar Rp2 triliun, karena kita memang keluarkan sesuai kebutuhan,” kata Ananta di Gedung Bursa Efek Indonesia, Rabu (21/2/2018).

 Baca Juga: SMF Terbitkan Obligasi Rp2 Triliun untuk Ganti Biaya KPR

Obligasi tersebut terdiri dari tiga seri, yaitu Seri A dengan nilai sebesar Rp1 triliun, dengan tingkat bunga tetap sebesar 6%. Adapun seri ini memiliki jangka waktu 370 hari sejak tanggal emisi.

Sedangkan untuk Seri B jumlah obligasi yang ditawarkan sebesar Rp800 miliar, dengan tingkat bunga 6,85% serta jangka waktu 3 tahun sejak tanggal emisi.

Sementara itu, untuk seri C dengan nilai sebesar Rp200 miliar, dengan tingkat bunga sebesar 6,95%. Adapun seri ini memiliki jangka waktu 5 tahun sejak tanggal emisi.

 Baca Juga: SMF Sudah Salurkan Rp27,4 Triliun ke Penyalur KPR hingga 2016

Obligasi tersebut telah memenuhi kriteria instrumen bagi Lembaga Jasa Keuangan Non-Bank atas Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.36/POJK.05/2016 Tentang Perubahan atas Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.1/POJK.05/2016. Tentang Investasi Surat Berharga Bagi Lembaga Jasa Keuangan Non-Bank.

Dana yang diperoleh dari obligasi ini akan digunakan untuk memberikan pinjaman kepada penyalur KPR. Terkait hal tersebut, Ananta mengatakan bahwa penerbitan obligasi ini merupakan bentuk komitmen dari SMF sebagai penyedia likuiditas jangka menengah panjang bagi penyalur KPR.

"Penerbitan Obligasi SMF ini bertujuan untuk mendukung Program Satu Juta Rumah melalui penyaluran pinjaman (refinancing atas KPR)," ucap Ananta.

 Baca Juga: SMF Ajak 26 Bank Salurkan KPR

Ananta menambahkan terkait penerbitan obligasi berikutnya direncanakan akan diterbitkan pada kuartal-II tahun 2018. Nominal penerbitan disesuaikan dengan kebutuhan likuiditas SMF.

Sementara itu, Direktur Penilaian Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Samsul Hidayat mengatakan, dengan penerbitan obligasi berkelanjutan ini diharapkan dapat menambah produk yang ada di pasar modal Indonesia. Dengan demikian, diharapkan obligasi ini bisa menarik minat investor.

"Obligasi ini diharapkan bisa jadi pilihan menarik bagi investor dan keuntungannua juga bisa seperti yang diharapkan investor," ujarnya dalam kesempatan yang sama.

Adapun dari kegiatan sekuritisasi dan penyaluran pinjaman, sejak awal berdirinya di tahun 2005, SMF telah mengalirkan dana dari pasar modal ke Pernyalur KPR sampai dengan 31 Desember 2017 kumulatif mencapai Rp35,63 triliun, terdiri dari penyaluran pinjaman sebesar Rp 27,47triliun, dan sekuritisasi sebesar Rp 8,1triliun.

Dari seluruh dana yang dialirkan tersebut, telah membiayai kurang Iebih 846 ribu debitur KPR dari Aceh sampai Papua. Hingga saat ini SMF telah melakukan penerbitan surat utang sebanyak 30 kali dengan total Rp21,2 triliun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini