nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dukung Industri Perkapalan, Menhub Minta Konsistensi Ekspor

Feby Novalius, Jurnalis · Rabu 21 Februari 2018 14:06 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 02 21 320 1862586 dukung-industri-perkapalan-menhub-minta-konsistensi-ekspor-PRYt7XvM44.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Koordinator bidang Perekonomian menggelar rapat koordinasi (Rakor) perdagangan dan transportasi laut. Dari sisi industri perkapalan meminta konsistensi ekspor perdagangan.

Usai rapat, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) 82 Tahun 2017 tentang Ketentuan Penggunaan Angkutan Laut dan Asuransi Nasional Untuk Ekspor dan Impor Barang Tertentu, sangat mendukung industri perkapalan.

"Tapi supaya lebih survive, di sisi lain kan kita butuh suatu ekspor yang juga konsisten," tuturnya di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (21/2/2018).

Jadi, lanjut mantan Direktur Utama PT Angkasa Pura II ini, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengambil keputusan, bahwa Kementerian Perdagangan diminta untuk memastikan bahwa ekspor konsisten. Dari sisi perhubungan memastikan ketersedian kapalnya.

"Pak Menko tugaskan Mendag untuk panggil para pihak. Jadi yang eksportir dipanggil, tetapi pengusahan kapal dipanggil. Nantinya kita akan ambil satu titik yang terbaik bagi keduanya. Katakan diberikan waktu 6 bulan, 1 tahun, tapi ada suatu kepastian bahwasanya industri perkapalan jadi baik, tapi ekspor tidak terganggu," ujarnya.

Budi mengatakan, Menko Darmin meminta hasil pertemuan dengan eksportir dan industri perkapalan selesai dalam satu bulan. Pasalnya, akan ditetapkan dalam kesepakatan bersama.

"Kita punya semangat membangun industri perkapalan kita untuk galangan kapal. Proses bangun ini butuh investasi, biasanya orang baru investasi itu ada suatu yang besar membuat perbedaan harga baru dan lama, nah ini dibahas. Dengan waktu maka kesepakatan bisa diperoleh," tuturnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini