Share

Bukopin Berambisi Salurkan KPR Rp1,2 Triliun

Koran SINDO, Jurnalis · Jum'at 23 Februari 2018 14:10 WIB
https: img.okezone.com content 2018 02 23 470 1863628 bukopin-berambisi-salurkan-kpr-rp1-2-triliun-4VfpRvsBuJ.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA – PT Bank Bukopin Tbk (Bank Bukopin) menargetkan penyaluran pembiayaan kredit pemilikan rumah (KPR) tahun ini mencapai Rp1,2 triliun. Target tersebut diharapkan tercapai seiring dengan terjalinnya sinergi antara PT Bank Bukopin Tbk dan PT Intiland Development Tbk.

Direktur Ritel Bank Bukopin Heri Purwanto mengatakan, hing ga akhir 2017 realisasi KPR baru Bank Bukopin sebesar Rp2,85 triliun atau naik Rp820 miliar dibandingkan 2016.

“Me mang tahun lalu kondisi ekonomi kurang baik, tapi kami lihat pada 2018 ada prospek mem baik dan tingkat penyaluran kredit, khususnya KPR bagus. Maka dari itu, kami harapkan tahun ini bisa tumbuh Rp400 miliar untuk KPR,” ujar Heri usai acara Developer Gathering dan penandatanganan MoU dengan PT Intiland Development Tbk di Jakarta kemarin.

Sementara itu, dari kerja sama ini pihaknya berharap dapat memperoleh kredit sebesar Rp200 miliar-400 miliar. Adapun target penyaluran kre dit keseluruhan pada 2018, perseroan membidik angka Rp79- 80 triliun. Angka tersebut dikontri busi kan dari kredit mikro banking yang diharapkan mencapai Rp1,8 triliun, KPR sebesar Rp1,2 triliun, konsumer sekitar Rp1,6 triliun, serta komersial sebesar Rp800 miliar dan lainlain.

“Sementara rasio kredit ber masalah (non performing loan /NPL) akan ditekan di bawah 3% hingga akhir 2018,” papar Heri.

Perseroan pun telah menyusun sejumlah strategi untuk menggenjot pencapaian KPR pada 2018. Untuk mening katkan layanan di KPR/KPA, lanjut Heri, Bukopin kembali meluncurkan program KPR 8,88% fixed 2 tahun.

Dia memaparkan, keuntungan yang bisa didapat oleh calon nasabah, yaitu bebas memilih tipe rumah dari lokasi rumah atau apartemen dengan maksimal plafon Rp5 miliar. “Jangka waktu fleksibel sampai dengan 20 tahun dengan uang muka dan bebas biaya administrasi,” terangnya.

Periode program ini berlaku mulai dari Januari 2018 sampai dengan Juni 2018. Untuk menunjang realisasi KPR Bank Bukopin, perseroan juga mem perluas kerja sama dengan pengembang, baik existing maupun pengembang yang potensial. Selain itu, Bukopin juga terus berupaya untuk mendukung modal usaha, investasi, pembiayaan end user, dan berbagai keuntungan untuk perusahaan rekanan, seperti developer/pengembang.

“Bukopin akan terus berkomitmen memberikan bisnis proses yang cepat dan prudent serta layanan berkualitas di layanan KPR/KPA,” tandasnya.

Di sisi lain, perseroan juga berencana memperkuat sisi likuiditas dengan menerbitkan obligasi pada tahun ini.

Direktur Utama Bukopin Eko Gindo Rachmansyah menutur kan, Bukopin berencana menerbitkan obligasi senilai Rp2 triliun pada semester II/2018. “Saat ini sedang proses internal pembicaraan dengan perusahaan underwriting ,” ujar Eko.

Kedepan, perseroan juga siap memperkuat bisnis di sektor perdagangan untuk mendorong volume transaksional. Menurut dia, fokus pada bisnis trade finance ditujukan untuk meningkatkan fee based income.

Upaya tersebut juga diharapkan dapat mendongkrak pertumbuhan kredit sehingga mampu menopang kinerja perusahaan. “Laba tahun ini kami targetkan bisa tumbuh 10%- 15%,” ungkapnya. (Kunthi Fahmar Sandy).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini