nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

YLKI: Beras Impor Jangan Sampai "Bocor" ke Pasar

Feby Novalius, Jurnalis · Rabu 28 Februari 2018 14:19 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 02 28 320 1865947 ylki-beras-impor-jangan-sampai-bocor-ke-pasar-bb3WjH2f8w.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

CIREBON - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta Kementerian Perdagangan dan Perum Bulog menjamin bahwa beras impor tidak masuk ke pasaran. Pasalnya, saat ini memasuki masa panen raya.

Ketua Harian Pengurus YLKI Tulus Abadi mengatakan, beras impor sudah masuk sekitar 261 ribu ton dari total impor sebesar 500 ribu ton. Menurutnya, Mendag harus pegang janji bahwa beras impor hanya untuk buffer stock dan operasi pasar saja.

 Baca juga: Rakor Beras, Akankah Izin Impor Diperpanjang?

"Jangan sampai beras impor bocor dan mengakibatkan harga beras jatuh di musim panen malah. Kementerian Perdagangan dan Bulog juga harus mampu mengatasi berbagai distorsi dalam harga beras, seperti kemungkinan adanya spekulan dalam perdagangan beras," ujarnya di Hotel The Luxton, Cirebon, Jawa Barat, Rabu (28/2/2018).

Menurutnya, beras adalah bahan makanan utama rakyat Indonesia. Pemerintah harus mampu menjaga keamanan pasokan beras, sehingga harganya terjangkau bagi konsumen.

 Baca juga: Inspeksi Beras Impor, Mendag Temui Gudang yang Hampir Kosong di Indramayu

Namun, buktinya harga beras masih terbilang tinggi, walau cenderung turun. Harga beras medium Bulog dibanderol Rp 9.300 per kg, itu pun dengan kualitas yang buruk.

"Kata pedagang banyak konsumen yang tidak mau beli sekalipun untuk konsumen miskin. Yang beli beras tersebut rata-rata pedagang lontong saja," ujarnya.

 Baca juga: Hanya Beras Bulog yang Dijual di Bawah HET

Selain itu, Tulus juga menyoroti kinerja satgas pangan yang tidak berfungsi efektif, terbukti harga beras masih tinggi.

"Kalau pun harga beras turun bukan atas kerja Satgas pangan tapi karena memasuki masa panen," tuturnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini