BI Prediksi Arah Kebijakan Powell Ikuti Yellen

Ulfa Arieza, Jurnalis · Kamis 01 Maret 2018 19:07 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 03 01 20 1866661 bi-prediksi-arah-kebijakan-powell-ikuti-yellen-zfQgm6JOLg.jpg Foto: Jerome Powell (Reuters)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) tetap meyakini bahwa arah kebijakan Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat The Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell cenderung dovish seperti pendahulunya Janet Yellen.

Meskipun, setelah resmi menjabat sebagai Gubernur The Fed yang baru, Powell sempat membuat pasar bergejolak dengan hasil notulensi Federal Open Market Committee (FOMC) menyatakan Bank Sentral Amerika The Federal Reserve mengkonfirmasi adanya kenaikan suku bunga acuan AS.

 Baca juga: Jadi Gubernur The Fed, Jerome Powell Diyakini Lebih Agresif

Pengelolaan Moneter BI Doddy Zulverdi, mengatakan, saat nama Powell muncul, dan dikonfirmasi senat, sentimen di pasar cukup tenang. Sebab, mereka memandang Powell sebagai refleksi dari kontinuitas kebijakan pasca-Yellen.

"Powell dari sisi policy seharusnya sama dengan Yellen yang cenderung hati hati dalam menyesuaikan kebijakan moneter. Jadi konteks kebijakan yang sama dengan Yellen itu dibaca pasar seperti itu," ujarnya di Bank Indonesia, Kamis (1/3/2018).

Hawkish adalah istilah yang diberikan untuk suatu cara pandang yang lebih agresif dalam pengambilan suatu peristiwa ekonomi yang sedang berlangsung. Hawkish terjadi ketika Bank Sentral merasa tekanan inflasi sudah terlalu tinggi sehingga harus diredam dengan cara menaikkan suku bunga atau pengurangan stimulus.

 Baca juga: Tantangan Baru Gubernur Baru The Fed Jerome Powell, dari Wall Street hingga Suku Bunga

Adapun komentar dovish terjadi ketika Bank Sentral melihat pertumbuhan ekonomi melambat yang ditandai oleh turunnya inflasi, sehingga cara untuk menanggulangi adalah menurunkan suku bunga atau melalukan stimulus ekonomi.

Dengan sifatnya yang cenderung hawkish, maka pasar meyakini bahwa kenaikan suku bunga bank sentral AS atau Fed Fund Rate akan terjadi lebih cepat dari prediksi.

 Baca juga: Jerome Powel: Kami Tetap Waspadai Ekonomi AS dan Siap Tanggapi Risiko

Jika kemudian pada pidatonya kemarin Powell dinilai lebih hawkish, Doddy menilai karena Powell ingin menegaskan kembali posisinya seebagai pemimpin bank sentral AS. Toh, lanjut Doddy, hal yang disampaikan oleh Powell sudah diketahui oleh pasar, seperti tingkat inflasi AS yang terkendali, serta data-data ekonomi AS yang melebihi ekspektasi.

"Kan kemarin yg dia sampaikan itu sebenarnya faktor yang kita tahu, ekonomi akan lebih baik, inflasi akan naik. Jadi nothing new. Saya sih melihat dari pola komunikasi dia ingin mempertegas dan firm dari apa yang The Fed telah sampaikan," kata dia.

"Jadi saya melihatnya, Jerome Powell, kami memandang dia akan meneruskan Yellen yang selalu hati hati dan data dependent. Kita berharap," tandasnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini