nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bangun Rusunawa di Batam, Kementerian PUPR Sediakan Dana Rp10,8 Miliar

Giri Hartomo, Jurnalis · Sabtu 03 Maret 2018 14:32 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 03 03 470 1867460 bangun-rusunawa-di-batam-kementerian-pupr-sediakan-dana-rp10-8-miliar-YrJfCEexkX.jpeg Foto: Kementerian PUPR

JAKARTA – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono meninjau Rumah Susun (Rusun) Mahasiswa Batam Tourism Polytechnic (BTP) di Jl. Gajah Mada, Kota Batam. Pembangunan proyek yang sudah mulai dikerjakan sejak 5 Mei 2017 itu saat ini sudah rampung sepenuhnya.

Dalam peninjauan Menteri Basuki didampingi Direktur BTP M Nur Nasution melihat kondisi bangunan, kamar dan fasilitas rusun seperti ketersediaan air, listrik, dan meubelair. Menteri Basuki mengatakan, pembangunan rusun mahasiswa ini menelan biaya sebesar Rp10,8 miliar dan merupakan bagian dari Program Satu Juta Rumah. Dengan pembangunan rusun tersebut nantinya diharapkan bisa meningkatkan kualitas pendidikan pariwisata di Batam.

Selain membangun Rusun Mahasiswa, Kementerian PUPR juga membangun untuk santri di pondok Rusun pesantren, aparatur sipil negara (ASN) dan karyawan di kawasan Industri di berbagai daerah lain. Tahun 2018, Kementerian PUPR telah memprogramkan pembangunan 200 tower Rusun di mana 5 di antaranya berada di Kepulauan Riau.

"Saya berharap pembangunan Rumah Susun ini bisa menambah semangat serta memberikan ketenangan dan kenyamanan para mahasiswa dalam proses menimba ilmu. Para penghuni diprioritaskan adalah mahasiswa yang berasal dari luar Batam,” ujarnya melalui keterangan pers, Sabtu (3/3/2018)

Mengenai besaran uang sewa yang akan dibayarkan mahasiswa, Menteri Basuki meminta kepada pengelola agar menyediakan uang sewa dengan harga terjangkau. Bahkan, diharapkan pihak pengelola tidak mencari keuntungan yang besar,

“Biayanya diperuntukkan untuk menutup biaya pemeliharaan dan pengelolaan Rusun saja, tidak bersifat mencari keuntungan,” ucapnya

Sebagai informasi, Rusunawa tersebut menempati lahan seluas 1.463,08 meter persegi, dan mencakup satu menara dengan tinggi tiga lantai. Setiap kamar dirancang dengan ukuran 24 meter persegi dan terdiri dari 37 unit.

Dua unit di antaranya yang berada di lantai satu, khusus untuk penyandang disabilitas. Ada pun kapasitas unit di lantai satu sebanyak 44 orang, lantai dua dan lantai tiga mampu menampung masing-masing 52 orang. Total jumlah mahasiswa yang dapat menempati rusun ini adalah 148 orang.

Rusunawa tersebut juga dilengkapi fasilitas umum seperti toilet komunal di masing-masing lantai, ruang serbaguna dan ruang pengelolaan berada di lantai dasar. Kemudian terdapat jaringan listrik, air bersih, serta meubelair berupa tempat tidur tingkat, meja belajar, kursi belajar, lemari pakaian serta pendingin ruangan atau A. (gir)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini