Share

Angka Kecelakaan Masih Tinggi, Total Santunan Jasa Raharja Capai Rp1,9 Triliun di 2017

Agregasi Sindonews.com, Jurnalis · Minggu 04 Maret 2018 13:17 WIB
https: img.okezone.com content 2018 03 04 320 1867690 angka-kecelakaan-masih-tinggi-total-santunan-jasa-raharja-capai-rp1-9-triliun-di-2017-w2G4lpbfjE.jpg Foto: Okezone

BANDUNG - Perusahaan asuransi negara, PT Jasa Raharja (Persero) telah memberikan santunan kecelakaan baik di darat, laut, maupun udara, sebesar Rp1,9 triliun sepanjang 2017. Besarnya santunan itu lantaran angka kecelakaan lalu lintas masih tinggi.


Direktur Utama Jasa Raharja Budi Rahardjo mengemukakan, kesadaran akan keselamatan dalam berlalu lintas belum menjadi budaya di masyarakat Indonesia.

"Banyak ditemui di jalan, pengendara mobil dan motor belum tertib dan tidak peduli akan keselamatan diri apalagi orang lain. Kondisi ini memprihatinkan," jelas Budi Rahardjo dalam acara kampanye keselamatan berlalu lintas bertema Be a Safety Hero, dikutip Minggu (4/3/2018).

Baca Juga: Santunan Naik 100%, Jasa Raharja: Tidak Berpengaruh ke Manajemen Keuangan Kita!

Saat ini aparatur pemerintahan diberikan amanat root safety managment yang baik dan efektif dalam menurunkan tingkat kecelakaan.

"Misi untuk menciptakan negara yang ramah berlalu lintas dan peduli keselamatan hanya bisa diwujudkan dengan komitmen bersama, baik pemerintah maupun masyarakat," ujar dia.

Berdasarkan data, tutur Budi, kecelakaan lalu lintas banyak memakan korban usia produktif berusia antara 20-50 tahun dengan persentase 55,8% dari total korban lakalantas. "Artinya, negara berpotensi kehilangan generasi dan penerus bangsa. Kegiatan polisi dan Jasa Raharja goes to campus ini untuk mewujudkan safety people (masyarakat yang peduli keselamatan). Kami ingin menciptakan generasi muda yang aware (peduli) keselamatan berlalu lintas dan tertib," tuturnya.

Baca Juga: Mulai 1 Juni, Santunan Jasa Raharja Naik Jadi Rp50 Juta

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, di Indonesia, kecelakaan lalu lintas seperti penyakit terbesar yang mengakibatkan kematian. Angka kecelakaan ini setiap tahunnya lebih dari 100.000 kasus, dengan angka kematian mencapai 25.000 pertahun.

"Sikap safety (aman/selamat) itu sederhana. Saya sebutkan tiga contoh yang gampang bisa lakukan, satu menjaga jarak aman, mengurangi kecepatan, dan mengenakan helm. Mengurangi 10% saja kecepatan kendaraan dapat menghindari kecelakaan fatal. Kampanye ini (be a safety hero) merupakan upaya untuk mengendalikan dan menurunkan angka kecelakaan" kata Menhub .

Acara yang dihadiri 4.000 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Bandung itu digagas dan dilaksanakan oleh PT Jasa Raharja (Persero). Mahasiswa menjadi sasaran kampanye karena agent of change (agen perubahan) tersebut diharapkan dapat menjadi menularkan keselamatan berlalu lintas kepada teman-teman dan masyarakat.

(ulf)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini