Muliaman Hadad Sebut Swiss Butuh Banyak Tenaga Vokasi

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 05 Maret 2018 17:53 WIB
https: img.okezone.com content 2018 03 05 320 1868212 muliaman-hadad-sebut-swiss-butuh-banyak-tenaga-vokasi-eGyuW6jjNj.jpg Muliaman Hadad. Foto: Okezone

JAKARTA - Duta Besar Republik Indonesia untuk Swiss dan Liechtenatein Muliaman Hadad mengatakan, akan menggenjot ekspor ke negara Swiss. Hal tersebut guna merealisasikan komitmen dirinya pasca dilantik sebagai Duta Besar Swiss dan Liechtenatein oleh Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu. 

Menurut Muliaman, untuk meningkatkan ekspor ke negara Swiss, pihaknya akan menggenjot produksi industri agro dan pertambangan seperti emas. Menurutnya industri tersebut banyak diminati di pasar Swiss.

"Masing-masing negara tentu berbeda. Kalau di Swiss itu banyak room untuk tumbuh. Secara tradisional kita ekspor ke Swiss itu emas, komoditi pertanian, sedikit perhiasan dan lain sebagainya. Tentu saja lebih banyak dari itu. Itulah untuk membuka akses dan membaca peluang saya kira jadi tugas," ujarnya saat ditemui di Menara Kadin, Jakarta, Senin (5/3/2018).


Baca Juga: 5 Fokus Indonesia hingga 2025 Dituangkan Menko Darmin dalam Buku Kebijakan Pengembangan Vokasi

Menurut Muliaman, Swiss menjadi negara yang sangat potensial untuk produk-produk unggulan Indonesia. Pasalnya, Swiss menjadi salah satu Negara dengan pendapatan dan daya beli masyarakat yang tinggi di dunia, sedangkan produk komodi yang tersedia sangatlah terbatas. 

"Jadi income per kapitanya tinggi, pasar domestiknya kecil, jadi daya belinya luar biasa. Nah ini kan dia mestinya lari keluar, ketika dia lari keluar dia punya daya saing untuk bias merebut sebagian dari daya beli yang begitu besar. Apakah itu dengan investasi atau dengan ekspor,” jelasnya. 

Selain itu, mantan ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tersebut juga berencana menggenjot pada sektor jasa. Adapun caranya adalah dengan mengirimkan tenaga vokasi kepada negara yang terkenal dengan coklatnya tersebut. 

Menurut Muliaman, Swiss banyak membutuhkan tenaga vokasi. Seperti tenaga vokasi di bidang pertanian, bidang perikanan, peternakan, hingga industri pariwisata. 

Baca Juga: Jokowi Ingin Pendidikan Vokasi Sejalan dengan Kebutuhan Industri

"Di Swiss banyak sekali yang dapat dilakukan, jadi nanti saya lihat apa yang dipercepat, pendidikan vokasi salah satu hal yang banyak diminta. Karena memang pesan Presiden Jokowi jelas, mendorong pendidikan vokasi di bidang pertanian, bidang perikanan, peternakan, vokasi seperti apa yg dibutuhkan juga termasuk hospitality industry pariwisata dan sebagainya,” jelasnya. 

Menurut Muliaman, pendidikan vokasi menjadi fokus dari negara-negara maju seperti Swiss dan Jerman. Banyak sekali siswa-siswi yang lulus Sekolah Menengah Atas (SMA) justru masuk kedalam pendidikan vokasional. 

"Di negara maju seperti Jerman, Swiss, vokasi sudah jadi bagian dari mereka. Banyak lebih banyak lulusan SMA masuk ke vokasi kembali ke jalur formal. Ini yang saya kira harus dilakukan karena mereka mudah mendapatkan pekerjaan," kata Muliaman. 

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini