Ketiga Kalinya, Kementerian ESDM Cabut 186 Regulasi dan Rekomendasi

Feby Novalius, Jurnalis · Senin 05 Maret 2018 20:26 WIB
https: img.okezone.com content 2018 03 05 320 1868308 ketiga-kalinya-kementerian-esdm-cabut-186-regulasi-dan-rekomendasi-iHDqELXAPu.jpeg Foto: Feby/Okezone

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali melakukan penataan regulasi jilid III untuk tahun ini. Total regulasi, sertifikat, dan rekomendasi yang dicabut sebanyak 186.

Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan, kebijakan ini sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang meminta setiap kementerian dan lembaga (K/L) mempermudah izin investasi di dalam negeri. Oleh karena itu, untuk ketiga kalinya pada tahun 2018, Kementerian ESDM melakukan penyederhanaan atau mencabut berupa Peraturan Menteri (PM), Keputusan Kepala,  Peraturan Dirjen dan juga aturan SKK Migas.

"Sampai saat ini kita revisi atau cabut termasuk sertifikasi, rekomendasi yang dicabut kurang lebih, totalnya 90 regulasi dan sertifikasi, rekomendasi dan perizinan itu dicabut 96. Total diimplementasikan dicabut, perizinan, dan lainnya 186," tutur Jonan, di Ruang Damar, Gedung Heritage, Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (5/2/2018).

Baca Juga: Wamen Arcandra Curhat Cara Habiskan Waktu Luang: Pingpong dan Tenis

Adapun peraturan yang dicabut, dari sub sektor Dirtjen Migas sebanyak 14 regulasi dan 23 sertifikasi dan Ditjen Ketenagalistrikan sebanyak 20 aturan.

Kemudian dari Ditjen Minerba 32 regulasi dan membatalkan 64 sertifikasi atau rekomendasi,  Ditjen EBTKE mencabut 5 regulasi dan 9 sertifikasi, serta SKK Migas 12 regulasi serta BPH Migas 3 aturan yang dicabut.

Baca Juga: Baca Juga: Pencabutan 32 Aturan di Kementerian ESDM untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi

"Jadi ini yang menurut saya penting bahwa kita harus investment friendly, supaya ciptakan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi meningkat," tuturnya.

Ke depan, kata Jonan, pihaknya akan melakukan sosialisasi pencabutan aturan kepada seluruh badan usaha terkait. Hal tersebut agar badan usaha mendapatkan pelayanan lebih baik dan birokratis.

(ulf)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini