nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rumah di Pinggir Jakarta Sudah Rp 1 Miliar, Apa Solusi Bagi Karyawan Bergaji Pas-pasan?

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 06 Maret 2018 20:11 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 03 06 470 1868815 rumah-di-pinggir-jakarta-sudah-rp-1-miliar-apa-solusi-bagi-karyawan-bergaji-pas-pasan-DDpa3M3ZcF.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - Generasi milenial disebut-sebut sebagai pasar potensial bagus industri properti di Indonesia. Pasalnya, generasi milenial sudah memasuki usia kerja hingga 20 ke depan, sehingga golongan ini memiliki pendapatan yang stabil.

Sayangnya, beberapa waktu belakangan ini, generasi milenial disebut-sebut akan sulit memiliki hunian. Sebab, meskipun sudah memiliki pekerjaan, namun harga hunian yang dipatok saat ini terlalu mahal.

Country General Manager Rumah123.com Ignatius Untung mengatakan, generasi milenial harus mengesampingkan egonya saat memilih hunian. Pasalnya, beberapa generasi milenial banyak yang kekeh untuk membeli rumah tapak atau landed house dibandingkan apartemen.

Padahal dari sisi harga, apartemen menjadi hal yang paling mungkin dimiliki oleh generasi milenial. Selain harganya yang relatif murah, letaknya juga dekat dengan tempat kerja sehingga akan memudahkan aktifitas dari generasi milenial.  


Baca Juga: Sederet Hunian untuk Milenial di Pusat Kota


"Memang apartemen engga punya hak milik bangunan cuma kan ujung-ujungnya dipaksa tinggal mau punya atau enggak kalau mau punya ya harus beli dengan apa yang ada. Kalo melihat apartemen enggak punya tanah ya terus kapan belinya? Orang harganya naik terus lebih kenceng dari penghasilan," ujarnya saat dihubungi Okezone, Selasa (6/3/2018).

Selain itu, lanjut Untung, generasi milenial juga mengesampingkan gengsinya saat membeli rumah. Ada beberapa generasi milenial khususnya dengan gaji tinggi kisaran puluhan juta, seringkali gengsi jika harus membeli rumah dengan tipe kecil.

"Orang-orang yang bergaji Rp5 juta, Rp6 juta, Rp7 juta bahkan Rp12 juta punya masalah. Kenapa begitu ? Ini menarik orang begitu punya Rp30 juta juga suruh beli rumah kalau nyicil Rp10 juta itu rumah-rumah seharga Rp1 miliar. Nah rumah Rp1 miliar itu di Jakarta sudah tidak ada kalau di pinggiran Jakarta itu dapet yang 60-70 meter. Nah tapi bayangin enggak gaji Rp30 juta itu manager. Manager itu kalau bisnis trip paling enggak hotel bintang 4. Jadi yang menjadi problem adalah gaya hidupnya ketinggian sehingga dapetnya 70 meter. Akhirnya pas dia beli rumah cuma 70 meter dia enggak mau karena ini terlalu kecil," jelasnya.

Baca Juga: Properti Non-Residensial Masih Lesu, REI Ungkap Penyebabnya

Selain itu lanjut Untung, generasi Milenial harus mulai mengesampingkan gaya hidupnya jika tak ingin baying-bayang tak memiliki rumah terjadi. Pasalnya, salah satu yang menyebabkan generasi milenial sulit memiliki hunian adalah mereka selalu mengedepankan gaya hidupnya dengan membeli gadget hingga pakaian demi terlihat modis dan kekinian.

Menurutnya, banyak sekali generasi Milenial yang berfikir jika dengan membeli rumah makan kebutuhan akan gaya hidupnya akan berkurang. Contohnya, seseorang yang terbiasa mengoleksi sepatu terpaksa mengurungkan niatnya untuk membeli sepatu demi bisa menyicil rumah.

"Ketika saya nyicil saya enggak bisa punya uang untuk nge-gym keliling Indonesia, iya kan? Jadi tidak mampunya generasi milenial itu sebenarnya lebih ketidakmampuannya itu. Cuma itu kan enggak mungkin keluar dari mulut mereka. Malu," kata Untung.

(ulf)

(rhs)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini