nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

IHSG Anjlok 2%, Bos BEI: Imbas Kebijakan Harga Acuan Batu Bara

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 07 Maret 2018 18:30 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 03 07 278 1869287 ihsg-anjlok-2-bos-bei-imbas-kebijakan-harga-acuan-batu-bara-jeNhtsccoD.jpeg Direktur Utama BEI. Foto: Tito Sulistio

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) semakin terpuruk sore ini. Pasar saham Indonesia ini ditutup anjlok 131 poin atau 2,02% ke 6.368.

Direktur Utama BEI Tito Sulistio menyatakan, penurunan IHSG yang paling signifikan terjadi pada sektor pertambangan, di mana penurunannya mencapai 3,48%.

Hal ini, kata dia, imbas dari kebijakan pemerintah untuk mengatur harga batu bara di pasar domestik atau Domestic Market Oblogation (DMO). Kebijakan ini menjadi sentimen negatif bagi perusahaan-perusahaan tambang yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).

“Penurunan di sektor mining (pertambangan) ini juga berimbas pada pertanian, perkebunan, dan lain-lain. Satu negatif, yang lain ikut,” kata Tito di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (7/3/2018).

Baca Juga: IHSG Anjlok 2,02% ke Level 6.368

Padahal, lanjut Tito, dari 70 emiten tambang yang telah menyerahkan laporan keuangan, menunjukkan kinerja baik. Hal itu baik dari segi pendapatan maupun laba bersih yang rata-rata mengalami peningkatan pendapatan 25%, serta laba bersih sebesar 24,7%.

“Jadi permasalahannya dari ekonomi makro secara total dan pelemahan Rupiah. Memang ini menjadi ketakutan. Jika ada intervensi pemerintah kepada pasar, itu menjadi negative issue,” jelasnya.

Untuk diketahui saat ini, Rupiah dalam tren pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat yang bergerak di rentang Rp13.700-Rp13.800.  

Selain itu, sentimen negatif yang juga mendorong anjloknya saham, kata Tito, karena ketidakpastian kondisi dari beberapa hal. Dia menyebutkan, seperti pemungutan pajak yang dimulai Maret ini dan pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang akan digelar di 171 daerah.

(ulf)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini