nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Freeport Setor Royalti pada Indonesia Rp10 Triliun di 2017

Feby Novalius, Jurnalis · Rabu 07 Maret 2018 16:22 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 03 07 320 1869206 freeport-setor-royalti-pada-indonesia-rp10-triliun-di-2017-toOeRpavtB.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - PT Freeport Indonesia (PTFI) mengungkapkan telah memberikan royalti untuk penerimaan negara di 2017 sebesar USD756 juta atau setara dengan Rp10 triliun mengacu kurs Rp13.500. Hal tersebut disampaikan dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU) dengan Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Direktur Eksekutif sekaligus Vice Presiden Freeport Indonesia Tony Wenas menerangkan,  realisasi pembayaran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang terdiri dari iuran produksi atau royalti, iuran tetap. PNBP juga termasuk iuran lain seperti jasa labuh di mana pada 2017 PTFI membayar USD151 juta atau Rp2 triliun.

"Kalau dihitung sejak tahun 1992 PNBP yang dibayarkan jumlahnya Rp28 triliun," tuturnya, di ruang rapat Komisi VII DPR, Jakarta, Rabu (7/3/2018).

Baca Juga: Bahas Negosiasi, Komisi VII Panggil Dirjen Minerba dan Direksi Freeport


Sejak Juli 2014, kata Tony, sebenarnya PTFI sudah setuju meningkatkan tarif royalty kepada negara sesuai dengan Kontrak Karya (KK). Di mana terjadi penambahan PNBP sebesar USD172 juta, penerimaan negara lain seperti bea keluar USD365 juta untuk periode 2014-2017.

"Sehingga total penerimaan negara yang dibayar PTFI mencapai USD756 juta atau Rp10 triliun dan sejak 1992 sampai 2017 jumlahnya USS17 miliar, Rp235 triliun," tuturnya.

Baca Juga: Menteri Jonan Paparkan Alasan Pemerintah Tidak Menunggu Kontrak Karya Freeport Selesai

Sedangkan untuk total PNBP tahun ini, PTFI memproyeksikan besaran royalti yang akan diberikan kepada negara sebesar USD6 miliar.


"Kalau realisasi total peneriman negara PNBP USD151 juta, dividen dibayarkan 2017 pada pemerintah USD135 juta, bea keluar USD82 juta, PPh badan USD108 juta dan penerimaan lainnya USD280, total USD756 juta," tandasnya.

(ulf)

(rhs)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini