Share

Bursa Asia Menguat Setelah Kanada dan Meksiko 'Dibebaskan' Kebijakan Tarif Impor Baja

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Kamis 08 Maret 2018 08:44 WIB
https: img.okezone.com content 2018 03 08 278 1869514 bursa-asia-menguat-setelah-kanada-dan-meksiko-dibebaskan-kebijakan-tarif-impor-baja-bTSQaYf53U.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Bursa saham Asia kembali menguat pada perdagangan Kamis waktu setempat, setelah sebelumnya melemah pada beberapa hari terakhir imbas kekhawatiran perang dagang.

Penguatan bursa saham Asia disebabkan, rencana kebijakan tarif impor baja Amerika Serikat (AS) akan dikecualikan untuk negara Meksiko dan Kanada. Hal ini juga membuat Wall Street mengurangi kerugian pada penutupan perdagangan kemarin.

Melansir CNBC, Kamis (8/3/2018), indeks saham acuan Jepang, Nikkei naik 0,89%dan Topix naik 0,73%.Indeks Topix Iron & Steel naik 1% karena saham produsen baja juga naik tipis.

Tercatat, saham Kobe Steel naik 3,02%, saham Nisshin Steel naik tipis 0,07% dan JFE Holdings diperdagangkan datar.

Di tempat lain, indeks saham acuan Korea Selatan, Kospi naik 0,59%, dengan kekuatan terlihat pada saham produsen mobil dan teknologi. Tercatat, saham Samsung Heavy naik 4,86% dan Hyundai Heavy Industries naik 5,11%.

Indeks saham acuan Australia, S&P/ASX 200 naik 0,35% setelah turun 1,01% pada penutupan kemarin. Sebagian besar sub indeks tersebut mencatat kenaikan, meskipun material, produsen emas dan sektor energi diperdagangkan melemah.

Kemungkinan pembebasan tarif impor AS

Wall Street yang awalnya melemah setelah pengunduran diri Gary Cohn sebagai penasihat ekonomi Donald Trump, namun hal tersebut sirna setelah Gedung Putih mengisyaratkan bahwa Meksiko dan Kanada dapat dibebaskan dari tarif impor baja dan alumunium tersebut. Wall Street pun ditutup mixed dan mengurangi kerugiannya.

Sekretaris Pers Gedung Putih Sarah Sanders mengatakan bahwa pengumunan tarif impor baja dan aluminium dapat mencakup potensi mengukir berdasarkan keamanan nasional. "Presiden diperkirakan akan menandatangani rencana tarif impor minggu ini," katanya.

Sementara itu berita positifnya untuk Kanada dan Meksiko, kekhawatiran terkait perang dagang tidak mungkin benar-benar terjadi.

"Dua negara ini berpotensi lebih banyak, daripada tarif yang lebih sedikit untuk China dan Eropa, tetap menjadi risiko utama," kata ahli strategi FX senior di Bank Nasional Australia Rodrigo Catril.

Sebelumnya, pasar ekuitas AS mengurangi beberapa kerugian pada akhir perdagangan Rabu, 7 Maret 2018 setelah Gedung Putih mengisyaratkan Kanada dan Meksiko dapat dibebaskan dari rencana tarif yang diajukan oleh Presiden AS Donald Trump. Trump diperkirakan akan merilis rincian lebih lanjut mengenai tarifnya akhir pekan ini.

Pasar saham berada di bawah tekanan pada awal sesi karena Kepala Penasihat Ekonomi Trump Gary Cohn mengundurkan diri dari jabatannya. Cohn, seorang globalis di dalam Gedung Putih, telah melakukan upaya terakhir untuk menghentikan rencana tarif baru Trump pada baja dan aluminium.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini