Petani Diminta Jual 10% Hasil Panen kepada Bulog Saat Panen Raya

Dwi Ayu Artantiani , Jurnalis · Kamis 08 Maret 2018 17:32 WIB
https: img.okezone.com content 2018 03 08 320 1869807 petani-diminta-jual-10-hasil-panen-kepada-bulog-saat-panen-raya-UvKHYv5ldc.jpg Foto: Okezone

CIREBON – Petani diminta untuk menyisihkan sebagian dari hasil panen saat panen raya untuk kemudian dijual kepada Perum Bulog. Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas harga saat panen raya.

Sekretaris Direktorat Jendera (Sesditjen) Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Maman Suherman mengimbau petani untuk menyisihkan setidaknya 10% hasil panennya untuk diserap Bulog.

"Petani harus ikhlas bergotong royong membantu serap gabah Bulog untuk mengisi stok pangan nasional," ungkapnya  di Cirebon, Kamis (8/3/2018).

Baca Juga: Pemerintah Pakai Satelit Tingkatkan Akurasi Data Panen

Oleh karena itu, Kepala Badan Karantina Pertanian, Upaya Khusus Swasembada Padi, Jagung, dan Kedelai Banun Harpini melakukan tanam, panen dan serap gabah di wilayah Jawa Barat, salah satunya di Desa Purbawinangun, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon.

"Target stok pangan nasional hingga Juni 2018 adalah 2,2 juta ton. Untuk mencapai target PJ Upaya Khusus Swasembada (UPSUS) Padi Jagung Kedele (Pajale) melakukan roadshow tanam, panen dan serap gabah di wilayah Jawa Barat," kata Banun.

Banun mengingatkan petani Cirebon agar saat memasuki musim panen raya nanti, petani dapat menjual gabahnya kepada Bulog. Sebab, Pemerintah telah menggandeng Bulog dan mitra pembiayaan seperti BRI untuk menyelamatkan petani agar harga gabah tidak anjlok saat musim panen raya nanti.

"Pemerintah telah menyiapkan harga fleksibilitas, Rp 4.440 ditingkat GKP, Rp 5520 ditingkat GKG dan Rp 8.770 harga beras medium," ujarnya.

Berdasarkan data Dinas Pertanian, Kabupaten Cirebon mentargetkan produksi padi sebesar 623.812 ton GKG tahun 2018. Untuk mencapai sasaran tersebut dapat dilakukan dengan peningkatan luas tambah tanam (LTT) dan luas panen padi. Saat ini LTT telah capai 81% dari target LTT 2018 53.964 ha.

Baca Juga: Rapat ke Kantor Gunakan Helikopter, Menteri Amran: Habis Pantau Apa Benar Ada Panen

Bukan hanya petani yang terhindar dari anjloknya harga gabah saat panen raya, namun Banun menjelaskan pentingnya petani menyisihkan gabahnya untuk diserap Bulog.

"Gudang-gudang Bulog harus kita isi bersama, agar jika suatu saat harga pasar tidak dapat dikendalikan, pemerintah dapat menggelontorkan stok yang dimiliki Bulog untuk stabilisasi harga. Sehingga kita akan terhindar dari impor," tegasnya.

Kasrem 063 SGJ, Letkol Armet Wahyu Widodo menambahkan, pada Maret - April penuh dengan jadwal tanam, panen dan serap gabah. Kondisi alam saat ini pun memang sangat mendukung untuk dapat disegerakan tanam pasca penen dilakukan.

"Kami TNI sifatnya membantu, tentu petani dan dinas pertanian harus lebih giat lagi menyukseskan program upsus ini," tambahnya.

(ulf)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini