Share

DKI Jadikan Teluk Jakarta dan Kepulauan Seribu Etalase Ibu Kota

Koran SINDO, Jurnalis · Jum'at 09 Maret 2018 13:21 WIB
https: img.okezone.com content 2018 03 09 470 1870181 dki-jadikan-teluk-jakarta-dan-kepulauan-seribu-etalase-ibu-kota-cd5iEZks0Z.jpg Ilustrasi: Foto Okezone

JAKARTA – Pemprov DKI Jakarta berkomitmen menjadikan Teluk Jakarta dan Kepulauan Seribu sebagai etalase terdepan Ibu Kota yang bersih dari sampah. Ada tiga cara untuk mewujudkannya, yakni kolaborasi, edukasi, dan aksi.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengaku ber sama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sangat komit menjadikan Kepulauan Seribu sebagai beranda terdepan dalam membangun Jakarta sebagai sebuah kota. Untuk itu, setiap sebulan sekali dirinya berkantor di Kepulauan Seribu.

Hal itu dapat menggerakkan semua dinas dan aparat pemerintahan untuk memberikan perhatian yang besar. Berdasarkan data statistik yang dimilikinya, kata Sandiaga, produksi sampah Jakarta mencapai 7.000 ton per hari, termasuk Kepulauan Seribu. Jumlah tersebut merupakan 4% dari produksi sampah nasional. Saat ini Pemerintah DKI sedang melakukan penataan.

Namun, hal itu tidak bisa dikerjakan sendiri, tetapi harus lintas sektoral baik dari dunia usaha, masyarakat sipil, maupun kementerian terkait. Sandi menilai pendekatan dalam penataan yang berjalan selama ini sudah cukup baik, tetapi masih didominasi oleh birokrasi. Dirinya meng inginkan ke depan semakin banyak gerakan-gerakan yang didorong masyarakat.

“Civil society harus masuk dari CSR, harus betul social investment karena ini untuk masa depan. Peran serta masyarakat harus lebih banyak,” kata Sandiaga dalam diskusi bertajuk “Menjawab Tantangan: Teluk Jakarta Bersih, Siapa berani?” di JCC, Senayan, Jakarta Pusat, kemarin.

Sandiaga mengatakan bahwa Pemerintah DKI berpan - dangan Teluk Jakarta dan Kepulauan Seribu harus bersih.

Namun, beberapa kali menyelam di Kepulauan Seribu sampah masih bermasalah. “Beberapa waktu lalu prob - lem sampah di kali tertentu sempat menjadi viral. Meski bukan di Kepulauan Seribu, dia yakin di Teluk Jakarta juga mirip seperti itu, kotor dan banyak sampah,” kata dia.

Untuk mewujudkan Teluk Jakarta dan Kepulauan Seribu yang bersih, Pemerintah DKI akan merangkul semua pihak untuk mengatasi problematika tersebut. “Ini potensi yang apabila tidak diurus dengan baik akan menjadi bencana,” ungkapnya. Ada tiga hal yang harus dilakukan dalam membersihkan Teluk Jakarta dan Kepulauan Seribu, yakni kolaborasi, edukasi, dan aksi.

Kolaborasi yaitu memadukan langkah ke depan dengan konsep 4P, yakni public, private, people, partnership. Dirinya ingin melibatkan masyarakat sipil untuk masuk membersihkan Teluk Jakarta. Bukan hanya Pemprov DKI Jakarta, melainkan juga pemerintah daerah mitra melalui Badan Kerja Sama Pem bangunan (BKSP). Termasuk pemerintah pusat, mengingat 13 sungai di Jakarta milik pemerintah pusat.

Sementara edukasi, yakni bukan hanya bagi penduduk Kepulauan Seribu, melainkan juga seluruh penduduk yang ada di daratan. Artinya, masyarakat harus dididik bagaimana mengelola sampah di rumah masing-masing.

“Terakhir, aksi. Saya lihat ini sa lah satu dari 10 destinasi yang didorong Kementerian Pariwisata. Jadi harus ada percepatan. Percepatan itu perlu keberpihakan. Harus adil sisi anggaran. Kami akan dorong pada 2019 anggarannya bisa memberikan dampak,” ungkapnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini